Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily. Foto: Medcom.id Husen.
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily. Foto: Medcom.id Husen.

Jokowi-Amin Tak Gunakan Isu SARA dalam Debat

Pemilu pilpres 2019
09 Januari 2019 07:39
Jakarta: Pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin menegaskan komitmen untuk tidak mengapitalisasi isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam debat calon presiden.
 
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily, menekankan pihaknya sejak awal memang tidak ingin menggunakan SARA sebagai amunisi. Sikap itu pula yang akan diambil dalam debat nanti, khususnya di sesi pertanyaan tertutup.
 
"Kami berkomitmen tidak melontarkan hal-hal yang berbau SARA. Dari awal coba siapa yang suka bermain SARA, sudah pasti bukan kami," kata Ace dikutip dari Media Idonesia, Rabu 9 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam debat perdana 17 Januari nanti, KPU akan mengatur adanya sesi pertanyaan terbuka dan tertutup. Di segmen pertanyaan terbuka, paslon diminta menjawab perta-nyaan yang disusun panelis, yang kisi-kisinya diberikan lebih dulu seminggu sebelum debat. Dalam sesi pertanyaan tertutup, pasangan calon akan saling melempar pertanyaan yang bersifat rahasia.
 
Ace mengatakan pertanyaan yang akan dilontarkan Jokowi-Amin semuanya dalam koridor tema debat pertama, yakni soal hukum, hak asasi manusia, korupsi, dan terorisme. Cawapres Ma'ruf Amin pun mengaku telah menjalani latihan debat dan pengayaan materi bersama tim.
 
"Saya tentu latihan, pengayaan materi debat sambil menunggu nanti pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan KPU. Ada sejumlah pertanyaan, tapi belum tahu mana yang akan ditanyakan," ujar Ma'ruf.
 
Baca: Debat Pilpres Dongkrak Elektabilitas Paslon
 
Dalam debat nanti, Ma'ruf akan tampil sesuai dengan ciri khasnya dalam berpakaian, yakni bersarung. Dia yakin KPU bersikap profesional dalam menyelenggarakan seluruh tahapan pilpres, termasuk debat.
 
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai Ma'ruf dapat menjadi senjata rahasia pada debat nanti. Sosoknya belum tersorot di masyarakat jika dibandingkan dengan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno.
 
Menurut Burhanuddin, persepsi masyarakat yang belum memiliki ekspektasi tinggi mengenai performa Ma'ruf dapat dijadikan keunggulan.
 
"Orang yang sekilas kenal mungkin enggak tahu mendalam dan tidak sekencang dengan cawapres lain, tapi kalau bisa tampil baik di debat, itu bisa menjadi senjata rahasia bagi Jokowi."
 
Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman yakin pasangan Jokowi-Amin akan kewalahan dalam debat yang mengangkat tema penegakan hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Menurut dia, kinerja petahana dalam menangani empat masalah itu jauh dari optimal.
 
"Saya rasa petahana akan memiliki beban moral dalam menjalankan hal tersebut selama ini. Karena itu, wajar kalau kubu sebelah agak kelabakan dalam isu ini," tutur Habiburokhman.
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif