Warga melintas di dekat gambar mural capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Jalan Juanda, Depok, Jawa Barat. Foto: MI/Bary Fathahilah.
Warga melintas di dekat gambar mural capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Jalan Juanda, Depok, Jawa Barat. Foto: MI/Bary Fathahilah.

Pendukung Jokowi dan Prabowo Hidup di Dunia Berbeda

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf Prabowo-Sandi
Kautsar Widya Prabowo • 08 Januari 2019 19:58
Jakarta: Lembaga survei Indikator Politik Indonesia melihat terdapat fonemena unik pada pendukung pasangan calon di Pilpres 2019. Pendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dianalogikan hidup di dunia yang berbeda.
 
Berdasarkan survei pada Desember 2018, masyarakat sudah mulai menjadi partisipan dalam menghadapi isu personal setiap calon yang didukung. Kondisi itu terlihat ketika masing-masing pendukung cenderung tidak mempercayai pemberitaan negatif terhadap jagoannya.
 
"Pemilih Prabowo cenderung percaya informasi yang menyudutkan tentang Jokowi. Demikian juga sebaliknya, pemilih Jokowi cenderung lebih percaya terhadap isu negatif Prabowo," kata Burhanuddin saat temu media, di Kantor Indikator, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mencontohkan di isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), hanya 17 persen pendukung Jokowi yang percaya isu itu, sedangkan yang tidak percaya 81 persen. Sementara itu, 42 persen pendukung Prabowo percaya isu itu, sedangkan yang tidak percaya 53 persen.
 
Sementara itu, isu Prabowo terlibat penculikan aktivis 97/98 dipercaya oleh 65 persen dan tidak dipercaya 16 persen pendukung Jokowi. Sementara, isu tersebut dipercaya oleh 21 persen dan tidak dipercaya oleh 63 persen pendukung Prabowo.
 
Baca: KPU: Nurhadi-Aldo Beri Warna Baru
 
Data itu, kata Burhanuddin, didapat dari survei yang melibatkan 1.220 responden yang memiliki hak pilih di Pemilu 2019. Sampel dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling.
 
Kontrol kualitas terhadap hasil wawancara dilakukan secara acak sebesar 20 persen dari total sampel. Supervisor mendatangi kembali responden terpilih (spot check).
 
Jajak pendapat ini memiliki margin of error sebesar +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil survei menunjukkan dinamika politik selama masa pengambilan data, 16 sampai 26 Desember 2018.
 


 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif