Calon wakil presiden RI nomor urut 02, Sandiaga Uno. (Foto: MI/Dwi Apriani)
Calon wakil presiden RI nomor urut 02, Sandiaga Uno. (Foto: MI/Dwi Apriani)

Sandiaga Menentang Ajakan Arief Poyuono

Pemilu pilpres 2019
Media Indonesia • 18 Mei 2019 09:54
Palembang: Calon wakil presiden RI nomor urut 02, Sandiaga Uno, menentang keras ajakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, untuk tidak membayar pajak. Sandi menilai pernyataan Arief Poyuono tidak sejalan dengan pemikirannya.
 
Menurutnya, Arief tidak sepantasnya meminta pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk tidak membayar pajak kepada pemerintahan hasil Pemilu 2019 yang dianggap tidak sah.
 
"Kepentingan negara dan bangsa jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kepentingan politik. Tentu saya sangat tidak mendukung," kata Sandiaga Uno seusai seminar di Palembang, Sumatra Selatan, Jumat, 17 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Sandiaga, dalam keadaan ekonomi sedang lemah dan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit hingga 2,5 miliar dolar, pemerintah justru tengah membutuhkan peningkatan tax ratio.
 
Baca juga:Tuntutan Prabowo Tak Berubah dari Pemilu 2014
 
Ia menuturkan, setelah berdiskusi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani diketahui bahwa penerimaan negara sangat kurang dalam empat bulan terakhir. Karena itu, dengan kondisi seperti saat ini, Sandiaga meminta agar warga negara Indonesia untuk taat dalam membayar pajak.
 
"Saya tegaskan negara lagi sulit. Ibu Sri Mulyani menyatakan penerimaan negara kurang dan kita butuh sekali peningkatan tax ratio. Karena kalau rendah dan penerimaan negara kurang, akhirnya ekonomi bergerak lebih lambat lagi," jelasnya.
 
"Program-program juga akan tertunda. Untuk itu, kita harus melaksanakan kewajiban sebagai warga negara untuk membayar pajak, apalagi dalam keadaan ekonomi seperti sekarang."
 
Menanggapi ajak Arief Poyuono itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku tak khawatir. Alasannya, banyak politikus lain yang tak setuju dengan seruan Arief itu.
 
"Kalau saya lihat di antara teman-teman politikus sendiri juga sudah pada berkomentar. Jadi, saya tetap berharap bahwa masih banyak yang memiliki cara pendekatan kenegarawanan yang baik," ujar Sri Mulyani, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Sebelumnya Arief juga mengeluarkan pernyataan panas, yakni meminta Demokrat keluar dari koalisi karena tidak berkontribusi dalam memenangkan 02.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif