Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.

Airlangga Ogah Berspekulasi Soal Susunan Menteri

Pemilu pemilu serentak 2019
Damar Iradat • 16 Mei 2019 18:25
Jakarta: Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengaku belum mengetahui soal susunan menteri jika Presiden Joko Widodo kembali terpilih sebagai pada periode 2019-2024. Airlangga akan menunggu Jokowi soal keputusan tersebut.
 
"Kita tunggu saja tahap per tahap. Tahap pertama kita lihat hasil dari pemilu, (pemilihan umum) total bagaimana, kemudian seterusnya tentu akan ada pembahasan koalisi dulu mengenai langkah-langkah strategis selanjutnya," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Golkar, kata Airlangga, juga tak mau berandai-andai soal jatah menteri yang akan didapatnya. Saat ini, jatah menteri dari Golkar baru diisi oleh dua orang, yakni Airlangga selaku menteri perindustrian dan Agus Gumiwang selaku menteri sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, soal jatah menteri dari partai politik ataupun dari kalangan profesional sejatinya hak prerogatif presiden. Oleh karena itu, Golkar menghormati setiap keputusan Jokowi jika nanti terpilih kembali menjadi orang nomor 1 di Indonesia.
 
"Kalau Golkar (susunan menteri) banyak ahli, tetapi juga punya kemampuan politik," tutur dia.
 
Dalam kesempatan itu, Airlangga juga mengomentari peluang bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat. Kedua partai itu belakangan santer dikabarkan akan keluar dari koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 
Baca: People Power Dianggap Riak Kecil Demokrasi
 
Airlangga menyambut baik jika memang PAN dan Demokrat nantinya bergabung dalam koalisi pemerintah. Pasalnya, hal itu dinilai akan memperkuat dukungan pemerintah di parlemen.
 
"Pada prinsipnya kan kita menganut prinsip lebih kuat lebih baik, nah lebih kuat lebih baik ini tergantung juga pembahasan. Jadi kita tidak berandai-andai, ya sekarang KIK (Koalisi Indonesia Kerja) suaranya di parlemen sudah 60 persen, tentu apabila ada yang ingin bergabung tentu berkonsultasi dengan partai-partai yang lain," ujar dia.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif