Diskusi 'Menuju Pemilu Bermutu' - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Diskusi 'Menuju Pemilu Bermutu' - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Pascareformasi Elite Politik Terjebak Aktivitas Elektoral

Pemilu pemilu serentak 2019
Whisnu Mardiansyah • 05 Januari 2019 13:46
Jakarta: Rektor Universitas Paramadina Profesor Firmansyah menjelaskan ada fenomena perubahan elite politik pascareformasi. Hal itu terkait dampak pemilihan langsung di mana elite berusaha mempertahankan sisi elektoral.
 
Firman mengatakan perubahan sikap ini lantaran pesatnya perkembangan industri politik. Masyarakat setiap hari dijejali pemberitaan seputar politik.
 
"Imbasnya (elite) terjebak pada aktivitas elektoral. Jadikan pemilu dan elektoral itu adalah puncak dari segalanya," kata Firman dalam diskusi 'Menuju Pemilu Bermutu' di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu, 5 Januari 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para elite yang terpilih di pucuk kekuasaan, kata dia, pola pikirnya untuk mempertahankan elektoral. Padahal, ketika terpilih ada tugas yang lebih besar dari sekadar memikirkan elektoral.
 
(Baca juga:Polarisasi Politik Ciptakan Masyarakat Sensitif)
 
"Karena puncak dari segalanya bukan pemilu, tapi yang jauh lebih penting bagaimana excess power, politik anggaran dan pelayanan publik," jelas dia.
 
Menurut Firman, iklim politik seperti ini berdampak buruk di masa transisi kepemimpinan. Firman menceritakan ada seorang kepala daerah terpilih tak diberikan akses membuka data Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dari kepala daerah sebelumnya.
 
"Tapi transisi kepemimpinan sebenarnya, itu adalah kita sepakat bahwa pergantian kekuasan jadikan dengan cara beradab," pungkas dia.

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif