Wakil Pengasuh Pesantren Sukorejo Asembagus Situbondo Afifuddin Muhajir. Foto: Website nu.or.id
Wakil Pengasuh Pesantren Sukorejo Asembagus Situbondo Afifuddin Muhajir. Foto: Website nu.or.id

Ilmu Ulama di Ijtima Ulama III Diragukan

Pemilu pilpres 2019
02 Mei 2019 17:22
Jakarta: Para ulama yang mendukung Ijtima Ulama III diragukan keilmuannya. Sebab, sikap yang ditunjukkannya tak sesuai dengan tugas ulama.
 
Ulama Sepuh dari Situbondo Afifuddin Muhajir mengatakan ulama adalah pewaris Nabi. Sehingga, tidak bisa sembarangan menyebut dirinya ulama.
 
"Saya ragu, apa betul mereka ulama? Ulama harus memiliki keluasan ilmu dan ketakwaan yang luar biasa," kata Afif, Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, ulama bertugas memberikan kemaslahatan dan tidak memecah belah umat. Pascapemilu 2019 ini, ulama seharusnya mendinginkan suasana yang terjadi di masyarakat, bukan sebaliknya.
 
Apalagi, sebentar lagi memasuki bulan Ramadan, ulama harus fokus membimbing umat agar tidak terus sibuk mengurus pemilu. "Ulama dengan keahliannya harus mendinginkan suasana, memberikan kemaslahatan untuk umat bukan mudarat," ujar Wakil Pengasuh Pesantren Sukorejo Asembagus Situbondo itu.
 
Sementara itu, ustazah Jauhariatul Fardhiyya dari Sukabumi, Jawa Barat mengatakan ulama seharusnya melakukan pembinaan spiritual menjelang bulan Ramadan ini, ketimbang ikut memihak calon presiden tertentu. Apalagi, Ulama adalah mereka yang berilmu dan bekerja membimbing umat ke arah yang benar.
 
Menurut dia, ulama jangan ikut memperkeruh suasana dengan mendukung satu kubu, lalu mengeluarkan otoritas keulamaannya untuk mengintervensi penyelenggaraan pemilu. Padahal otoritas pemilu sudah jelas ada di tangan KPU.
 
Dia pun meminta umat Islam di Indonesia untuk bersatu dan bersilaturahim. Umat juga diminta untuk menunggu KPU selesai menjalankan tugasnya dalam proses penghitungan suara.
 
“Kita sudah menjalankan kewajiban untuk memilih, sekarang tinggal kita tunggu saja prosesnya sampai selesai. KPU dan Bawaslu bukan pertama kali ini menggelar pilpres, jadi beri mereka kepercayaan. Lagian dipercaya atau tidak, mereka adalah organ yang sah secara konstitusi untuk mengurus pemilu,” ujar pimpinan Majelis Taklim Azzainiyya itu.
 
Sebelumnya, para ulama pendukung calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar Ijtima Ulama III di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu 1 Mei 2019. Hasil dari ijtima itu ada lima rekomendasi. Salah satunya, meminta KPU dan Bawaslu mendiskualifikasi capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif