Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. ANT/Renald Ghifari.
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. ANT/Renald Ghifari.

Masyarakat Diminta Tak Percaya Berita Negatif di Medsos

Pemilu hoax
Ilham Pratama Putra • 21 Mei 2019 17:49
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta masyarakat tenang menjelang penetapan calon presiden dan wakil presiden terpilih. Ia meminta masyarakat tak gampang percaya dengan berita di dunia maya.
 
"Masyarakat harap tetap tenang, tidak perlu takut, jangan percaya kepada berita berita negatif yang beredar di media sosial. TNI dan Polri tetap kompak, bersatu padu menghadapi segala ancaman," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.
 
Baca: JK: Demo Tak Mengubah Hasil Pemilu

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wiranto mengatakan polisi tak akan segan menindak pelanggar hukum. Polisi disebut tak akan tebang pilih, meskipun pelanggar tersebut seorang elite.
 
Wiranto membantah hal itu sebagai tindakan diktator. Karena, yang ditindak hanya mereka yang melanggar.
 
"Semata-mata demi tegaknya hukum dan keamanan nasional," kata Wiranto.
 
Wiranto juga mengomentari demonstrasi yang dilakukan salah satu pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden. Wiranto menilai tindakan menolak hasil pemilu dengan menggelar aksi turun ke jalan merupakan tindakan keliru.
 
"Itu berupa tindakan yang keliru, tak akan didukung oleh masyarakat dan merupakan kejahatan yang serius mengancam kedaulatan negara, maka siapapun yang terlibat harus bertanggung jawab dan akan mendapatkan hukuman berat," lanjut Wiranto.
 
Baca: JK Sarankan Prabowo Menghubungi Jokowi Ucapkan Selamat
 
Sementara itu sebanyak 40 ribu pasukan gabungan TNI-Polri yang akan mengamankan pengumuman hasil pemilu. Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menjamin semua rangkaian pesta demokrasi akan berjalan baik.
 
"Itu semua untuk perlindungan dan pengamanan. tugas TNI-Polri tidak hanya mengamankan massa yang ingin unjuk rasa. Tapi mengamankan semua masyarakat yang ada," kata Iqbal.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif