Ilustrasi: Petugas KPPS (Foto:Antara/Nova Wahyudi)
Ilustrasi: Petugas KPPS (Foto:Antara/Nova Wahyudi)

Pengusutan Kematian Ratusan Petugas KPPS Tunggu Komisi II

Pemilu berita dpr
Anggi Tondi Martaon • 15 Mei 2019 12:56
Jakarta: Banyak pihak mendesak agar pemerintah mengusut kematian ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Salah satunya melalui pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF).
 
Menanggapi desakan tersebut, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan bahwa pihaknya menunggu hasil pertemuan Komisi II DPR. Dalam waktu dekat, Komisi II akan menggelar rapat dengan mitra untuk menindaklanjuti berbagai temuan penyelenggaraan Pemilu 2019.
 
"Nanti akan sangat bergantung antara pertemuan pemerintah dengan Komisi II maupun KPU (Komisi Pemilihan Umum)," kata pria yang akrab disapa Bamsoet itu, ditemui di Lobi Nusantara III Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain TPF, beberapa pihak internal DPR pun sebelumnya juga telah mengusulkan pengusutan berbagai permasalahan Pemilu 2019. Salah satunya pembentukan Pantia Khusus (Pansus).
 
Wacana itu mengemuka pada Sidang Paripurna Pembukaan Masa Sidang V Tahun 2018-2019. Namun, usulan yang diajukan oleh Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra itu tidak sepenuhnya diterima.
 
Beberapa pihak yang menolak yaitu PDI Perjuangan, NasDem, dan Golkar. Alasannya, sikap politik melalui Pansus dianggap akan mengganggu kinerja KPU yang tengah merekapitulasi perolehan suara.
 
Terkait pro dan kontra tersebut, Bamsoet menilai TPF maupun Pansus sama-sama baik. Namun, yang lebih penting adalah dapat menyelesaikan berbagai permasalahan Pemilu 2019. Salah satunya, mengungkap kematian ratusan petugas KPPS.
 
"Apakah ada keganjilan dari kematian petugas-petugas itu yang dituding ada kejanggalan," katanya.
 
Selain itu, Bamsoet menyebutkan bahwa hingga saat ini tidak ada komplain dari pihak keluarga. Bahkan, keluarga korban tidak ingin dilakukan autopsi. "Karena menurut mereka, kematiannya wajar akibat riwayat kesehatan yang diderita sebelumnya," tutur Bamsoet.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif