Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochamad Afifuddin. MI/Ramdani.
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochamad Afifuddin. MI/Ramdani.

Bawaslu-Dewan Pers Investigasi Tabloid Indonesia Barokah

Pemilu ujaran kebencian
M Sholahadhin Azhar • 24 Januari 2019 06:51
Jakarta: Tabloid Indonesia Barokah menjadi sorotan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Pers. Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochamad Afifuddin menyebut Bawaslu akan berkoordinasi memastikan kategori media cetak itu.
 
"Karena terkait apakah ini bagian dari produk jurnalistik atau tidak," ujar Afif di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Januari 2019.
 
Afif mengimbau masyarakat tak terprovokasi dengan berita di tabloid itu. Masyarakat juga diimbau tak menyebarkan koran tersebut ke pihak lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggota Bawaslu itu menilai langkah bijak masyarakat diperlukan mencegah penyebaran tabloid ini. Karena, tabloid itu telah ditemukan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
 
Bawaslu pun akan mendalami konten dalam tabloid yang dinilai menghina salah satu pasangan calon itu. Jika ditemukan, Bawaslu akan menyerahkan masalah ini kepada Sentra Penegakkan Hukum Terpadu.
 
"Ada ruang sendiri yang akan dikaji di sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu)," sebut Afif.
 
Seperti diketahui, beredar Tabloid Indonesia Barokah dengan konten yang diduga memojokkan dan berisi kampanye hitam terhadap salah satu calon presiden. Tabloid ini ditemui di sejumlah masjid dan pondok pesantren di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif