Ketua Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Agus Mulyono Herlambang. Foto: Medcom.id/ M Syahrul Ramadhan.
Ketua Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Agus Mulyono Herlambang. Foto: Medcom.id/ M Syahrul Ramadhan.

Mahasiswa Tidak Sedang Tidur

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Muhammad Syahrul Ramadhan • 24 April 2019 01:50
Jakarta: Beredarnya tagar #MahasiswaLagiBobokSyantik di media sosial Twitter membuat Kelompok Cipayung Plus geram. Lantaran Kelompok yang terdiri dari pergerakan maupun himpunan mahasiswa terlibat langsung dalam pemilu serentak 2019.
 
Ketua Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Agus Mulyono Herlambang, mengatakan yang kelompok Cipayung Plus menjadi pemantau pemilu.
 
“Kita agak tersinggung, bahwa memang kita selama proses pemilu ini enggak tidur, kita melakukan pengawalan pemilu,” kata Agus di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa 23 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus mengatakan ia bersama dengan anggota Kelompok Cipayung Plus telah mengantongi sertifikat sebagai pemantau pemilu dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Anggota Kelompok Cipayung Plus ini ada delapan antara lain Kelompok Cipayung Plus ini terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam,Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia, Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia, dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia.
 
Agus mengaku tidak mau terjebak dalam proses dukung mendukung. Karena itu ia dan anggota lainya menjadi pemantau Pemilu.
 
“Tapi lebih pada bagaimana sebagai anak bangsa kita tidak terpecah makanya memposisikan sebagai pemantau pemilu. Bukan relawan 01 atau 02 tapi kita memantau pemilu sebagai pihak yang netral mencatat apa yang terjadi di TPS masing masing,” ungkap dia.
 
Ia juga meyakini bahwa mahasiswa tidak sedang tidur. Mahasiswa melaui gerakan atau komunitas melakukan upayanya masing-masing.
 
“Mengajak orang ke TPS, mengajak mahasiswa ke TPS, menggunakan hak pilihnya juga bagian dari partisipasi mahasiswa telibat aktif dalam demokrasi,” ujarnya.
 
Agus menduga hastag tersebut untuk memprovokasi mahasiswa untuk terlibat dalam tindakan inkonstitusional. Tetapi menurutnya upaya tersebut akan sia-sia karena mahasiswa lebih cerdas, tidak seperti yang dibayangkan oleh pembuat hastag.
 
“Ini kan jadi dalam rangka mengompor-kompori mahasiswa ikut terlibat proses people power, kita enggak mau terlibat,” pungkas dia.
 

(EKO)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif