Dwi Handoko, seorang tukang sol sepatu yang maju sebagai caleg. Medcom.id-Ahmad Mustaqim
Dwi Handoko, seorang tukang sol sepatu yang maju sebagai caleg. Medcom.id-Ahmad Mustaqim

Tekad Tukang Sol Sepatu Masuk Gelanggang Dewan

Pemilu kampanye pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ahmad Mustaqim • 13 Februari 2019 21:13
Gunungkidul: Seorang tukang sol sepatu di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gunungkidul pada pemilihan umum April mendatang. Bermodal cekak, tak menuyurutkan niat Dwi Handoko maju dalam Pileg 2019.
 
Handoko mengatakan untuk maju di pileg tak harus bermodal besar. Dengan menggunakan 'kendaraan' Partai Amanat Nasional (PAN), Handoko maju lewat daerah pemilihan (Dapil) I Gunungkidul, yakni meliputi wilayah Kecamatan Playen dan Kecamatan Wonosari.
 
Ia berkampanye menggunakan kreativitas agar tak memakan banyak uang. Setiap bertemu klien, ia memperkenalkan diri sebagai caleg.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pelanggan saya kan dari wilayah sini, jadi sosialisasinya tidak terlalu jauh," kata Handoko di sela melayani klien di Pasar Argosari Wonosari, Gunungkidul pada Rabu, 13 Februari 2019.
 
Selain berkampanye lewat usahanya, Handoko juga memaksimalkan kampanye ke jaringannya di lingkungan organisasi kemasyarakatan (ormas) Muhammadiyah di Wonosari dan Playen. Baik dalam agenda pertemuan rutin maupun pengajian.
 
Ia mengaku pendapatan usaha sol sepatu tak besar. Sekali bekerja, ia membawa pulang uang sekitar Rp50 ribu. Semua pendapatannya digunakan untuk kebutuhan keluarga, termasuk pendidikan dua anaknya.
 
"Anak kedua saya masih skripsi. Anak pertama sudah lulus kuliah, Alhamdulillah kemarin lolos tes CPNS," ujarnya.
 
Sejauh ini, ia mengaku bertandem dengan caleg tingkat provinsi maupun pusat untuk membantu bersosialisasi dengan calon pemilih. Handoko tak memasang spanduk untuk kampanye.
 
"Saya cuma pakai stiker buat dipasang di beberapa lokasi. Saya ingin menunjukkan kalau berpolitik tak mesti diukur dengan kemampuan finansial, tapi kemampuan seseorang," katanya.
 
Handoko sudah sejak 1999 menjadi anggota PAN di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC). Ia kemudian menjabat Ketua PAN DPC Playen pada 2010-2015. Ia kini menjabat sebagai pengurus harian di PAN DPD Gunungkidul.
 
Sementara, caleg dari PDI Perjuangan, FX Endro Tri Guntoro dalam situasi tak jauh beda. Warga Desa Kepek, Kecamatan Wonosari ini maju sebagai caleg dengan nomor urut 8.
 
Bermodal cekak pula, ia bersosialisasi dengan calon pemilih dengan masuk di bus-bus yang biasa mengangkut penumpang antarkecamatan. Endro mengaku hampir setiap hari bersosialisasi mengenalkan dirinya.
 
"Tapi hari. Tapi hari ini libur dulu, lagi sedang tidak sehat," ujarnya.
 
Ia menyebut caranya memperkenalkan diri layaknya pengamen. Sasaran sosialisasinya yakni warga Kecamatan Wonosari dan Playen.
 
Bapak dua anak ini mengaku pernah dimintai uang saat sosialisasi. Namun, ia kemudian menjelaskan cara mencoblos pada April 2019.
 
"Semoga saya bisa dapat sekitar 5 ribu suara. Dari sebanyak 98 caleg, semoga saya bisa jadi salah satu yang terpilih," ucapnya.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif