Ihsan Lahardi, caleg DPRD Gunungkidul dari PKS yang bekerja sebagai tukang las. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Ihsan Lahardi, caleg DPRD Gunungkidul dari PKS yang bekerja sebagai tukang las. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Kisah Tukang Las yang Ikut Nyaleg

Pemilu pileg pemilu serentak 2019
Ahmad Mustaqim • 03 Maret 2019 09:51
Gunungkidul: Seorang warga Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ihsan Lahardi yang bekerja sebagai tukang las maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPRD Gunungkidul pada pemilu April 2019. Ihsan yang beralamat di Dusun Mendak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul ini nyaleg lewat Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
 
Ihsan mengisahkan, keinginannya maju sebagai caleg muncul dari dalam diri. Ia mengajukan sendiri ke pengurus PKS Gunungkidul agar bisa dimasukkan ke dalam daftar caleg Gunungkidul daerah pemilihan (Dapil) V, yang meliputi kecamatan Paliyan, Tanjungsari, Saptosari, Panggang, dan Purwosari.
 
"Dari wilayah Girisekar ini kan kebetulan penduduknya ada sekitar 5.700 jiwa. Nah, ini gak ada yang maju (sebagai caleg) dari PKS, saya memberanikan diri maju," ujar Ihsan ditemui Medcom.id di rumahnya, Sabtu, 2 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ihsan bukanlah sosok berlatar belakang 'wah'. Ia hanya bekerja sebagai tukang las tradisional di rumahnya. Tempat tinggalnya pun tidak berada di titik strategis, karena masuk di gang jalan kampung.
 
"Dulu sempat punya usaha tempatnya sewa. Tapi belum lama memutuskan pindah saja di rumah, karena harga sewa mahal," kata dia.
 
Ihsan pun hanya lulus sekolah dasar (SD). Pendidikan ia lanjutkan lewat penyetaraan kerja paket B dan C. Namun, ia memberanikan diri maju sebagai wakil rakyat dengan modal itu.
 
Lelaki kelahiran Pandeglang pada 6 Agustus 1967 ini kemudian memutuskan hijrah ke Yogyakarta dan menjadi pengurus PKS pada 2009. Beberapa tahun menjadi pengurus, Ihsan kemudian mendapat dukungan partai untuk maju.
 
"Saat rapat pengurus (PKS) ada yang bilang, 'Pokoknya njenengan (anda) maju, kami dukung'. Lalu, diundang rapat bagi yang dicalonkan sebagai caleg," kata pasangan perempuan bernama Tupilah ini.
 
Ia menyadari tak memiliki sesuatu untuk maju sebagai wakil rakyat. Pendapatannya sebagai tukang las pun hanya sekitar Rp3 juta per bulan. Itu belum dipotong modal dan untuk kebutuhan rumah tangga serta empat anaknya.
 
Ihsan memiliki seorang istri bernama Tupilah. Hasil pernikahan keduanya memiliki empat orang anak, yakni Iqbal Tawakal, 30, dan Rafika Nurul Insani, yang sudah menikah, serta Johan Maulana Firdaus dan Hanjian Romadoni Abdillah masih berstatus pelajar.
 
Dalam proses pendaftaran di KPU Gunungkidul, Ihsan memproleh nomor urut 4 dalam daftar caleg PKS Dapil V Gunungkidul pada pemilu 2019. "Ibaratnya, saya pemantapan berpolitik ini sedang menggebu-gebu, meskipun saya tak punya sesuatu dibanding caleg lain pada umumnya," kata dia.
 
Ihsan terus berupaya mendapatkan simpati calon pemilih dengan kekuatan semampunya. Selain minim finansial, ia baru saja sehat dalam empat hari belakang. Ihsan sempat sakit urat dan harus istirahat total sekitar satu bulan.
 
"Saya mulai sembuh setelah terapi. Saya mencoba membangun jaringan untuk bisa dekat dengan calon pemilih," ujarnya.

 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif