Ahmad Sahroni berbincang dengan kakek penghuni gubuk di Cengkareng, Jakarta Barat. Foto: Istimewa
Ahmad Sahroni berbincang dengan kakek penghuni gubuk di Cengkareng, Jakarta Barat. Foto: Istimewa

Cara Sahroni Bangun Optimisme Warga

Pemilu pemilu serentak 2019
25 Februari 2019 06:23
Jakarta: Kebahagian tak selalu harus bersinggungan dengan limpahan materi yang kita peroleh. Kesederhanaan yang memberi manfaat bagi orang banyak justru kerap kali menjadi sumber dari kebahagiaan itu sendiri.
 
Hal ini tergambar dari temu warga yang dilakukan Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni dengan masyarakat eks komplek Gaya Motor RW 08 Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Minggu, 24 Februari 2019.
 
Kegiatan yang sedianya menjadi ajang senam pagi bersama warga itu justru diwarnai 'jarah warung', khususnya oleh ibu dan anak-anak. Penjarahan dalam konteks ini tentu bukan dalam makna yang harafiah, mengambil paksa milik orang lain, melainkan aksi memborong jajanan warung sebagai pelepas dahaga sehabis menguras keringat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Situasi ini bermula saat Sahroni yang berada di atas panggung menyaksikan warga tampak lelah mengikuti intruktur senam. Segera politisi muda Partai NasDem itu turun dari panggung menuju sebuah warung. Tanpa diduga Sahroni membuka boks pendingin warung tersebut, mengeluarkan berbagai minuman dan membagi-bagikannya kepada warga.
 
"Ibu-ibu dan bapak-bapak yang haus dan kelelahan silakan kemari ambil minumannya," seru Sahroni.
 
Sontak warga berhamburan mengerumuni Sahroni. Tak ketinggalan anak-anak memanfaatkan kesempatan memborong jajanan kecil. Keceriaan tampak menghiasi wajah-wajah mereka. "Kapan lagi dijajanin Anggota DPR," celetuk seorang ibu mengumbar tawa.
 
Ibu Aminah, si pemilik warung yang awalnya tampak bingung dengan aksi Sahroni, akhirnya sadar bahwa ia sedang dijatuhi durian runtuh. Dagangannya laku keras karena kehadiran sang wakil rakyat.
 
Satu warung tampaknya belum cukup melepas dahaga warga. Segera Sahroni melakukan aksi sama di warung lain yang diketahui milik Ibu Eliana Susi. Ia melayani warga seolah dirinyalah si pemilik warung. Dengan sabar dan senyum ia melayani warga yang memberinya kepercayaan menjadi anggota DPR pada Pileg 2014 lalu.
 
"Jarang ada Anggota DPR yang merakyatnya seperti Pak Sahroni. Saya ketiban rezeki," tutur Ibu Eli.
 
Spontanitas serupa memang sering mewarnai masa-masa reses Sahroni saat menyambangi warganya. Karakter rendah hati dan penderma yang hidup di diri Sahroni menjadi daya tarik bagi warga yang bahkan baru mengenalnya.
 
"Doakan saya tetap amanah sebagai wakil rakyat dan bermanfaat bagi masyarakat," ucap Sahroni.
 
Pemandangan yang menggambarkan nurani sosok Sahroni kembali terlihat di Kebonjahe RT 05/14, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, di hari yang sama.
 
Di tengah acara senam sore bersama warga, Sahroni tiba-tiba keluar dari kerumunan. Berjalan sendiri menuju sebuah gubuk tak layak huni yang berada di pinggir Kali Kebonjahe. Gubuk itu hanya beratapkan kain terpal bekas tanpa dinding dan beralaskan tanah.
 
Sahroni tampak berbincang dengan seorang kakek yang menyambung hidupnya dengan bercocok tanam di sebidang tanah kecil di pinggir kali. Sejurus kemudian ia kembali ke kerumunan dan memerintahkan timnya agar membangun hunian yang layak bagi sang kakek.
 
"Besok bawa tim. Benerin rumah kakek itu," tukas Sahroni yang maju lagi sebagai calon legislator di daerah pemilihan DKI Jakarta III DPR pada Pemilu 2019 ini.

 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif