Caleg Perempuan Bali Dibekali Strategi Lawan Kecurangan

Pemilu pemilu 2014
16 Maret 2014 14:37
medcom.id, Denpasar: Perjuangan calon anggota legislatif (caleg) perempuan untuk terpilih menjadi anggota legislatif tidaklah mudah. Selain bertarung ketat antar-caleg khususnya menghadapi "invansi" caleg laki-laki pada daerah pemilihannya, caleg perempuan juga harus berhadapan dengan potensi kecurangan pada saat pencoblosan dan pengitungan suara.
 
Kecurangan itu menjadi salah satu persoalan serius dalam pelaksanaan pemilu. Karena itu, untuk mencegah caleg perempuan "terlempar" dari bursa kursi anggota legislatif, mereka juga perlu dibekali strategi untuk menghadapi kemungkinan terjadinya kecurangan yang merugikan caleg perempuan.
 
Pembekalan strategi itu sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan keterwakilan perempuan Bali pada pemilihan legislatif yang berlangsung 9 April mendatang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


LSM Bali Sruti yang banyak bergerak pada advokasi isu perempuan, salah satunya meningkatkan jumlah caleg perempuan untuk duduk di lembaga legislatif, terpanggil membekali caleg perempuan Bali strategi pengawalan suara hasil Pileg.
 
Para caleg perempuan dari 12 partai peserta pemilu bersama tim suksesnya dibekali cara-cara pelaporan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bila ada indikasi kecurangan oleh caleg lain maupun penyelenggara pemilu. Selain itu, jelas Ketua LSM Bali Sruti Luh Riniti Rahayu, para caleg perempuan juga dibekali dengan strategi memanfaatkan waktu yang tinggal 20-an hari ke depan secara efektif untuk meraih suara.
 
"Caleg perempuan dinilai memiliki dana politik yang jauh lebih rendah dari pada caleg laki-laki, sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan membiayai saksi ditingkat TPS, PPS, dan PPK. Dengan keterbatasan demikian, para caleg perempuan tentu hanya mengandalkan pada saksi-saksi parpol. Untuk itu, saksi parpol diharapkan memperhatikan hasil hitung dan rekapitulasi suara caleg perempuan dengan jeli," ungkap Riniti di Denpasar, Minggu (16/3).
 
Lebih lanjut mantan anggota KPU provoinsi Bali ini mengatakan untuk mengantisipasi kecurangan hasil hitung dan rekapitulasi suara caleg perempuan pada pemilu mendatang, pada pembekalan itu pihak Bali Sruti mengundang Bawaslu untuk memberikan pengetahuan tentang potensi dan modus kecurangan yang harus diwaspadai dan diantisipasi oleh caleg perempuan dan tim suksesnya.
 
"Selain itu, Bali Sruti juga menghimbau kepada Bawaslu dan jajarannya untuk mengawasi dengan sungguh-sungguh setiap potensi kecurangan dalam hasil hitung dan rekapitulasi suara khususnya bagi para caleg perempuan," pungkas Riniti. (Arnoldus Dhae)
 

(ADF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif