Tips Knowledge

Mudik dengan LCGC, Risikonya Tinggi?

Ekawan Raharja 08 Juni 2018 15:37 WIB
tips knowledge
Mudik dengan LCGC, Risikonya Tinggi?
Daihatsu Sigra termasuk ke dalam LCGC. Daihatsu
Jakarta: Tidak sedikit pengguna low cost green car (LCGC) yang mudik dengan mobilnya andalannya itu. Padahal mudik dengan LCGC berisiko tinggi di perjalanan. Hal ini setidaknya diungkapkan Direktur Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar, melalui imbauannya.

Ia menegaskan LCGC dasarnya adalah mobil yang didesain untuk di perkotaan. Jika menggunakan mobil LCGC untuk pulang kampung atau keluar kota, perlu diketahui faktor risiko apa yang akan dihadapi.

“Perlu diingat bahwa dasarnya LCGC ini minim fitur keselamatan. Travel suspensi mobil jenis ini juga pendek sehinggga membuat penumpang di dalamnya merasa tidak nyaman. Ukuran bannya pun kecil padahal seperti kita ketahui bersama, kerusakan jalan banyak bahkan lubang-lubang yang terdapat di jalan-jalan luar kota ukurannya bisa lebih besar dari pada ban mobil LCGC,” ungkap Rifat melalui keterangan resminya.

Risiko bahaya di jalan memang bisa menimpa siapa saja. Untuk itu, Rifat mengimbau untuk melakukan manajemen waktu perjalanan yang baik bila mudik dengan mobil jenis apapun.


"Saya imbau agar tidak terburu-buru, tidak tergesa-gesa saat melakukan mudik. Ada tiga hal yang perlu Anda perhatikan dan persiapkan dengan baik yaitu preparation, reaction, dan anticipation,” lanjut Rifat.

Ada juga hal sederhana yang dapat dilakukan seperti beristirahat 15 menit setelah berkendara selama tiga jam untuk sekadar mengisi ulang tenaga dan menarik napas. Mengingat badan juga butuh beristirahat dan mengisi ulang tenaga.

"Kita bukan robot dan itu adalah body hour kita. Jangan pernah memaksa dan ngotot. Istirahat itu alamiah. Lebih baik sabar sedikit daripada membahayakan diri sendiri atau orang-orang di sekitar.”



(UDA)