Mengganti busi, sama pentingnya dengan mengganti oli. Medcom.id/Ahmad Garuda
Mengganti busi, sama pentingnya dengan mengganti oli. Medcom.id/Ahmad Garuda

Ganti Busi, Wajib jika Performa Mesin Mulai Turun

Otomotif komponen otomotif tips knowledge
Ahmad Garuda • 25 November 2018 15:40
Jakarta: Banyak orang yang tidak tahu tentang kapan waktu yang tepat untuk mengganti komponen pemantik api di ruang bakar mesin yaitu busi. Padahal kerugiannya bisa merembet ke komponen pengapian lainnya. Lalu kapan waktu tepat untuk mengganti komponen yang satu ini?
 
Sebelum memutuskan untuk melakukan penggantian busi, Anda wajib mengetahui jenis busi yang Anda gunakan dan yang direkomendasikan untuk mesin tersebut. Jika masih menggunakan busi standar yang kebanyakan digunakan di mesin kendaraan yang digunakan harian yaitu dari bahan nikel, maka rujukan penggantian sudah diberikan produsen kendaraan atau busi.
 
"Untuk motor, biasanya jarak tempuh 6.000 kilometer terhitung dari awal pemasangan komponen itu performa busi bermaterial nikel sudah mulai menurun. Percikan apinya tak fokus lagi dan elektroda atau ground-nya mulai terkikis. Sementara untuk mobil, jarak 20.000 kilometer adalah jarak mulai menurunnya performa busi," ujar Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Octoviano saat berbicara kepada medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ganti Busi, Wajib jika Performa Mesin Mulai Turun
 
Lalu apakah setelah mencapai jarak tempuh tersebut, busi tak bisa digunakan lagi? Tentu masih bisa, ungkap Diko. Namun performanya tidak akan maksimal lagi. Penurunannya akan terjadi secara bertahap. Pria ramah itu pun memberikan saran mudah untuk mengetahui performa busi sudah menurun, yaitu kemampuan akselerasi dengan batas putaran menengah, biasanya semakin tinggi. Efeknya seperti saat menekan tuas kopling secara dalam kondisi setengah.
 
Kalau hal ini terjadi, artinya proses pembakaran tak lagi sempurna, dan efisiensi bahan bakar mulai melenceng dari ukuran ideal yang dikonsumsi mesin tersebut.
 
"Busi itu fungsinya menjaga performa mesin tetap pada tempatnya. Tapi kalau performa busi sudah menurun, maka performa mesin juga takkan maksimal. Kondisi ini jika dibiarkan, bisa membuat komponen pengapian lainnya juga perlahan mengalami masalah."
 
Hal itulah yang membuat Diko menyarankan untuk sebaiknya melakukan penggantian busi jika performanya sudah menurun. Terutama setelah melampaui jarak yang ditentukan. Beruntung, lantaran busi tak dipengaruhi oleh waktu pemasangan.
 
Diko menegaskan bahwa selama mesin tidak beroperasi atau kendaraan tidak dijalankan, maka komponen ini takkan mengalami penurunan kemampuan. Berbeda dengan oli yang dipengaruhi oleh waktu. Meski mesin tersebut dinyalakan dalam waktu sebulan, pelumas tetap wajib diganti. Karena ada faktor perubahan viskositas.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi