Gunakan minyak rem sesuai spesifikasi kendaraan. STP
Gunakan minyak rem sesuai spesifikasi kendaraan. STP

Perawatan Kendaraan

Cara Mudah Merawat Sistem Pengeraman Kendaraan Bermotor

Otomotif perawatan kendaraan tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 08 Agustus 2020 09:17
Jakarta: Selama tidak terjadi kebocoran, pengecekan minyak/oli rem tak banyak atau jarang dilakukan oleh pemilik kendaraan (mobil/motor), bahkan sebagian pemilik tak terlalu peduli atau perhatian terhadap bagian itu.
 
Padahal jika rem blong lantaran minyak remnya tak lagi berfungsi dengan baik, itu bakal jadi musibah besar bagi para pengguna kendaraan tersebut. Bukan hanya berbahaya bagi pengguna kendaraan yang bersangkutan, namun juga bagi pengguna jalan raya lainnya.
 
Chief Mechanic Autochem Racing Garden Speed, Taqwa Suryo Swasono memaparkan, bahwa minyak rem itu punya batas pemakaian yang cukup panjang. Tapi patut diingat, minyak rem juga punya sifat menangkap uap air, terlebih saat berada dalam kondisi titik didih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masalahnya, jika cairan lain dalam kendaraan, seperti air radiator gagal berfungsi dapat diingatkan melalui lampu indikator. Tetapi sampai saat ini belum ada indikator yang bisa memantau kondisi minyak rem. Padahal jika cairan rem gagal berfungsi maka keselamatan jiwa dipertaruhkan lantaran tidak tahu apakah minyak rem masih bisa bekerja maksimal atau sudah turun performanya.
 
Oleh sebab itu penting untuk melakukan pemeliharaan sistem rem, terutama minyak rem. Begitu ada kandungan air dalam minyak rem, maka performa pengereman bakal menurun.Cairan rem akan menyerap kadar air dari udara, sehingga ketika usia pakainya sudah habis atau setiap satu tahun sekali harus diganti, karena kandungan air dalam minyak rem akan mengurangi titik didih minyak dan mengganggu pengereman.
 
“Karena hal itulah cairan rem perlu untuk diganti secara berkala setiap satu tahun atau 20.000 km untuk mobil atau 10.000 km untuk sepeda motor. Cairan rem di mobil dapat bertahan lebih lama karena posisi tabung reservoir cairan rem ada di dalam ruang mesin sehingga lebih tertutup, dibandingkan sepeda motor yang tabung reservoirnya berada di tempat lebih terbuka,” terang Taqwa di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Minyak rem yang digunakan harus punya titik didih yang tinggi. Kalau tidak, minyak rem bisa gagal beroperasi karena timbul buih gelembung akibat suhu tinggi. Selain itu minyak rem harus punya aditif anti karat, sehingga bisa melindungi sistem pengereman dari serangan karat yang bisa mengakibatkan kebocoran di pipa minyak rem.
 
Alhasil, musuh utama yang sanggup menurunkan performa minyak rem adalah kadar air yang berlebihan. Produsen mobil mensyaratkan maksimal 3 persen, lebih dari itu harus segera diganti dan sistem dibersihkan kembali.
 
Pemilik mobil harus menggunakan minyak rem sesuai spesifikasi kendaraan. Misalkan kalau harus menggunakan DOT 4, jangan menggunakan DOT 3. Jangan campur pula antara minyak rem DOT 3 dan DOT 4 karena kandungan kimianya berbeda.
 
Angka DOT yang lebih tinggi menunjukkan kualitas cairan hidraulik yang lebih baik sehingga dapat menahan suhu lebih tinggi. Untuk mengetahui jenis cairan rem yang terbaik untuk mobil, konsultasikan teknisi bengkel resmi yang paham akan spesifikasi mobil kesayangan.
 
Mobil zaman now punya sistem pengereman yang kompleks karena dilengkapi fitur tambahan seperti ABS, EBD, BA, serta kontrol traksi yang mengandalkan kinerja rem mumpuni. Oleh sebab itu, beri perhatian lebih sistem rem mobil ketika servis berkala. Jangan sungkan untuk bertanya pada service advisor bengkel resmi jika dirasa ada yang kurang nyaman.
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

1593070590673

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif