Sesuaikan suhu AC dalam kabin agar tidak muncul embun. Medcom.idM. Bagus Rachmanto
Sesuaikan suhu AC dalam kabin agar tidak muncul embun. Medcom.idM. Bagus Rachmanto

Tips Knowledge

Atur Suhu AC Mobil Berlebih Bikin Embun di Kaca Bagian Luar

Otomotif tips mobil tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 04 Februari 2020 14:08
Jakarta: Musim penghujan telah tiba yang ditandai dengan mulai seringnya turun hujan di beberapa wilayah di Tanah Air, terutama di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Masuknya musim hujan maka harus dipastikan mobil Anda sudah siap menghadapinya.
 
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada mobil saat musim hujan tiba. Yang paling utama adalah memastikan kaca-kaca kendaraan terutama kaca depan bersih dan terbebas dari flek sisa-sisa air (jamur kaca) yang melekat di permukaannya.
 
Kebersihan kaca jendela kendaraan sangat penting karena terkait visibilitas untuk mengetahui kondisi di sekeliling kendaraan. Kaca yang berjamur sangat mengganggu pengelihatan pengemudi saat hujan, terlebih di malam hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah memastikan kaca sudah bersih berikutnya adalah memastikan kinerja penyapu air kaca depan alias wiper berfungsi dengan baik. Pasalnya alat inilah yang sangat vital untuk membantu meningkatkan visibilitas saat hujan.
 
Wiper dikatakan berfungsi dengan baik ketika ia bekerja sempurna menyapu air di permukaan kaca depan. Bila ada menyisakan bekas sapuan itu berarti karet wiper sudah tidak berfungsi maksimal. Jalan satu-satunya adalah dengan mengganti karet wiper dengan yang baru.
 
Saat hujan deras di jalan, sinyal cahaya lampu menjadi alat penanda setiap kendaraan sekaligus alat komunikasi antarpengemudi. Oleh karena itu pastikan seluruh lampu-lampu kendaraan bekerja dengan seharusnya. Mulai dari lampu utama, lampu rem, lampu sein, lampu mundur hingga lampu kabut.
 
Pada beberapa model mobil biasanya juga sudah dilengkapi lampu kabut belakang. Pastikan lampu ini berfungsi dan fungsikan saat kondisi hujan deras atau cuaca berkabut tebal.
 
Selain memastikan semua berfungsi, pastikan pula lampu-lampu sudah sesuai dengan standar aturan keselamatan dan keamanan berkendara. Yang paling penting adalah memeriksa level ketinggian sorot lampu utama agar tidak menyilaukan lawan.
 
Sorot lampu yang terlalu tinggi hanya merugikan orang lain tanpa memberikan keuntungan signifikan pada Anda.
 
Faktor berikutnya adalah memeriksa kinerja penyejuk kabin alias AC. Selain mengusir panas di tengah terik matahari, AC juga bermanfaat mengcegah terjadinya embun pada kaca bagian dalam kabin dengan cara menyamakan suhu udara luar dengan udara di dalam kabin.
 
Kesalahan pengemudi yang kerap dilakukan saat mengoperasikan AC adalah menyeting suhu dingin secara maksimal. Selain membuat lebih boros bahan bakar, dan membuat badan menggigil kedinginan, cara ini justru akan menciptakan embun di kaca bagian luar.
 
Mungkin untuk kaca depan bisa terbantu wiper atau defogger dan wiper di kaca belakang. Namun untuk kaca bagian samping tentu akan bermasalah, terlebih saat butuh melihat kaca spion samping ketika hendak memantau kondisi samping belakang kendaraan.
 
Untuk itu disarankan agar menyetel temperatur secukupnya. Selain itu adalah dengan mengaktifkan fitur reciculation. Fitur ini biasanya ada di konsol AC dengan gambar tanda panah dari luar masuk kabin mobil.
 
"Mengaktifkan fitur ini artinya udara hembusan AC berasal dari luar kabin. Sedangkan jika tidak diaktifkan, udara yang dihembuskan AC berasal dari kabin namun sudah melewati proses pendinginan," jelas Instruktur dan Direktur Rifat Drive Labs (RDL), Rifat Sungkar, kepada Medcom.id di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif