Intinya dengan melakukan uji emisi gas buang bisa membuat pemilik mengetahui kondisi atau masalah yang dialami oleh mesin. Medcom.id/Pythag (Pythag Kurniati)
Intinya dengan melakukan uji emisi gas buang bisa membuat pemilik mengetahui kondisi atau masalah yang dialami oleh mesin. Medcom.id/Pythag (Pythag Kurniati)

Pastikan Kendaraan Sehat Melalui Emisi Gas Buang Mobil

Otomotif tips mobil tips knowledge
Ekawan Raharja • 02 Juli 2019 07:25
Jakarta: Setiap pemilik mobil tidak semua tahu apakah wajib atau tidak mengecek emisi gas buang secara rutin. Ternyata, disarankan kepada pemilik mobil untuk tetap melakukan pengecekan emisi gas buang demi mengetahui kualitas dari mobil itu sendiri.
 
Melakukan uji emisi seharusnya wajib dilakukan secara rutin oleh para pemilik mobil karena melakukan uji emisi sebenarnya membawa manfaat. Intinya dengan melakukan uji emisi gas buang bisa membuat pemilik mengetahui kondisi atau masalah yang dialami oleh mesin. Saat uji emisi, ada sejumlah parameter yang keluar seperti CO, HC, O2, Lambda, dan AFR (Air Fuel Ratio).
 
Namun, yang menjadi fokus adalah CO dan HC. Utamanya karena CO dan HC merupakan gas buang yang bersifat racun bagi manusia dan bisa menimbulkan beberapa penyakit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, HC dan CO merupakan gas sisa yang langsung mencerminkan kinerja mesin. Kalau CO tinggi bisa berarti pembakaran kurang sempurna akibat kurangnya udara dalam campuran dengan bahan bakar. Sedangkan gas HC menunjukkan bahan bakar yang tidak terbakar.
 
Selain itu fungsi lain tentu akan mengirit bahan bakar serta mengoptimalkan tenaga mesin mobil. Selanjutnya lingkungan akan sehat karena udara bersih. Dan yang terakhir kerusakan pada bagian-bagian mesin mobil dapat diketahui.
 
Nah untuk mobil-mobil baru yang dipasarkan sekarang di Indonesia sudah memiliki standar standar emisi EURO 4 untuk mobil bermesin bensin. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri LHK No.P. 20 Tahun 2017 Tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor roda 4 atau lebih Tipe Baru Katagori M, N dan O untuk pelaku industri.
 
Standar emisi Euro 4 disebutkan untuk kendaraan baru jenis kendaraan penumpang katagori M seperti sedan, SUV dan MPV berbahan bakar bensin dengan Gross Vehicle Weight (GVW), ambang batas maksimal emisi sama atau kurang dari 2,5 ton adalah CO 1.0 gram/km, HC 0.1/km, dan Nox 0.08/km. Hal yang sama juga diberlakukan untuk GVW bahan bakar LPG. Sedangkan untuk kendaraan bahan bakar diesel CO 0,5 gram/km, Nox 0,25/km, PM 0.025 gram/km.
 
Sebelum dikeluarkannya peraturan baru ini, standar ambang emisi kendaraan di Indonesia menggunakan standard Euro 2. Berdasarkan data, ambang batas maksimal emisi untuk standar Euro 2 bagi jenis kendaraan penumpang dengan bahan bakar bensin atau gas adalah, NO sebesar 2,2 gram per km, HC + Nox 0,5 gram per km. Kendaraan jenis yang sama dengan bahan bakar diesel, ambang batas emisinya CO 1.0 gram per km, HC+NOx 1.0 gram per km dan PM 0,1 gram per kilo meter.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif