Membeli mobil bekas tabrakan parah tidak aman untuk keselamatan. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto
Membeli mobil bekas tabrakan parah tidak aman untuk keselamatan. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Waspada Beli Mobil Bekas Kecelakaan Berat

Otomotif tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 01 Juli 2019 11:12
Jakarta: Membeli mobil bekas bagi sebagian kalangan merupakan solusi untuk memiliki mobil dengan harga yang lebih miring. Namun perlu diingat bahwa pastikan mobil bekas yang dibeli tidak pernah mengalami kecelakaan berat.
 
Mobil yang sudah pernah mengalami kecelakaan berat, khususnya kerusakan di sasisnya, tidak akan bisa kembali normal 100 persen. Berbicara soal kenyamanan pun sudah pasti tak akan nyaman untuk digunakan.
 
"Mobil kalau keluar dari pabrikkan presisi sekali, titik beratnya jelas. Jadi sudah pasti aman untuk dikendarai. Tapi jika sudah mengalami kecelakaan dan kena stuktur bodi, maka mobil itu sudah pasti tidak presisi lagi dan berbahaya," jelas Direktur Mobil88, Halomoan Fischer, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mobil yang sudah tidak presisi dan strukturnya sudah pasti tidak aman untuk dikendarai. Terlebih dipacu dengan kecepatan tinggi, bisa saja mobil goyang dan bisa menyebabkan kecelakaan.
 
Waspada Beli Mobil Bekas Kecelakaan Berat
 
Mengecek kondisi struktur mobil bekas kecelakaan parah atau tidak tentu saja bukan perkara mudah. Diperlukan pengamatan yang cermat serta sudah pasti paham mengenai mobil untuk memeriksa kondisinya.
 
“Melihatnya memang sulit karena memang harus detail. Misalnya bila pintu dibuka dan ada strukturnya, itu kita lihat apakah ada perbaikan atau tidak. Jadi kalau pun mobil kecelakaan samping tapi tidak kena struktur, tidak masalah,” tambahnya.
 
Owner Showroom Kim Motor, Dendy, menyarankan untuk memeriksa bagian lipatan-lipatan pintu mobil kap mesin. Jika seal asli masih ada, mobil berarti tidak penah mengalami tabrakan parah.
 
"Kalau anda kurang yakin, sebaiknya memanggil montir untuk memeriksa lebih lanjut. Jika semua pemeriksaan tidak menemukan masalah, selanjutnya ke tahap test drive. Hal ini untuk mencoba performa mesin dan kaki-kaki," terang Dendy di kesempatan terpisah.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif