Ciri-ciri kerusakan ring piston bisa diketahui dengan mudah oleh pemilik mobil. Auto2000
Ciri-ciri kerusakan ring piston bisa diketahui dengan mudah oleh pemilik mobil. Auto2000

Kenali Tanda dan Sebab Ring Piston Rusak

Otomotif tips mobil tips knowledge Wuling GIIAS 2019
Ekawan Raharja • 17 Juli 2019 12:10
Jakarta: Sebagian pemilik mobil mungkin sering mengeluh performa mesin kendaraannya mulai turun. Hal ini biasanya ditandai dengan tarikan yang terasa berat atau respons mobil yang mulai melambat.
 
Nah, bila sudah demikian baiknya jangan ditunda untuk melakukan pemeriksaan di bengkel resmi. Dikhawatirkan turunnya perfoma mesin akibat adanya kebocoran yang mempengaruhi kompresi, Salah satunya pada ring piston.
 
“Bila ring piston sudah aus, otomatis akan mempengaruhi tingkat kerapatannya. Kondisi menimbulkan kebocoran yang membuat kompresi mesin turun sehingga tenaga yang dikeluarkan juga ikut loyo,” ucap Kepala Bengkel Auto2000 Cikarang, Indah Yuliana, melalui website resmi Auto2000.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Indah, ring piston sejatinya memiliki peran untuk menjaga kerapatan jarak antara piston dan dinding silinder. Peran ini juga sekaligus mencegah campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang oli sehingga merusak kualitas oli.
 
Seiring penggunaan, ring piston bisa mengalami kerusakan seperti tergores atau kotor. Namun rusaknya ring piston akan lebih cepat terjadi bila pemilik kendaraan tidak rutin melakukan perawatan berkala seperti mengganti oli mesin.
 
Indah menjelaskan sebenarnya ciri-ciri kerusakan ring piston bisa diketahui dengan mudah oleh pemilik mobil. Caranya cukup dengan memperhatikan gas buang yang keluar dari pipa knalpot.
 
Bila terlihat ada asap putih bisa dicurigai ring piston yang bermasalah. Asap putih ini biasanya akan terus keluar sepanjang mobil digunakan. Bila hanya terjadi saat pagi hari, besar kemungkinan hanya karena karet klepnya saja.
 
“Asap putih akan keluar dari knalpot, hal ini disebabkan adanya oli yang ikut terbakar dan ini menjadi ciri utama yang bisa menjadi patokan adanya masalah. Proses ini bila didiamkan, lama-kelamaan akan membuat takaran oli berkurang dan otomatis membuat loss power karena kebocoran kompresi,” ujarnya.
 
“Jadi saat mengendarai mobil sudah terasa tarikan berat dan mesin mulai tak bertenaga seperti biasanya, jangan ditunda untuk ke bengkel agar dilakukan pengecekan atau pengetesan kompresi,” tutupnya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif