Tips Knowledge

Anak di Bawah 17 Tahun Dilarang Berkendara, Ini Alasannya

M. Bagus Rachmanto 31 Mei 2018 10:08 WIB
tips knowledge
Anak di Bawah 17 Tahun Dilarang Berkendara, Ini Alasannya
Meski sudah mampu, kemampuan prediksi bahaya dan etika berkendara masih minim. Dok. MTVN
Jakarta: Banyak orang tua yang bangga melihat anaknya membawa kendaraan bermotor, meski belum cukup umur dan dapat lisensi SIM. Ini pemahaman yang salah, karena berkendara butuh pemahaman, analisis, skill dan etika.

Berkendara bukan hanya faktor bisa putar selongsong gas, oper gigi dan tekan tuas rem saja. Batasan usia 17 tahun itu adalah batasan minimal anak yang bisa menganalisa kondisi dan sudah bisa memperhatikan etika berkendara. Itu pun masih butuh jam terbang tinggi agar tidak asal dalam mengambil keputusan.

"Usia anak-anak belum bisa memprediksi bahaya secara mantap, pengetahuan etika dan emosional juga belum bisa dikontrol. Itulah kenapa aturan pembuatan SIM minimal berusia 17 tahun. Jadi apa pun alasannya anak di bawah usia itu, dilarang berkendara," ujar Chief of Trainer Rifat Drive Labs (RDL), Herry Wahyudi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Itulah kenapa jika bertemu anak-anak yang berkendara sepeda motor, mereka biasa boncengan bertiga, ngebut dan cenderung meniru apa yang dilakukan pengendara lain karena dianggap benar. 


Seperti menerobos lampu merah, melawan arus dan banyak lagi. Terlebih jika orang tua tidak mau melakukan pelarangan. Contohnya sudah banyak. 

Bahkan yang disayangkan pada 2016 silam terjadi kecelakaan yang melibatkan anak-anak 13 tahun di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor. Bocah yang mengendarai sepeda motor itu memaksa mendahului dari sisi kanan, saat sebuah mobil hendak putar balik dan sudah menyalakan lampu sein.



(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id