Rem menjadi satu-satunya yang diandalkan untuk memperlambat laju mobil. Auto 2000
Rem menjadi satu-satunya yang diandalkan untuk memperlambat laju mobil. Auto 2000

Kampas Mobil Rem Matik Cepat Habis? Ini Penyebabnya

Otomotif tips mobil perawatan kendaraan tips knowledge
Ekawan Raharja • 28 Juni 2019 08:39
Jakarta: Mengendarai mobil dengan transmisi otomatis memang punya sensasi yang berbeda dibandingkan dengan mengendarai mobil bertransmisi manual. Terutama bagi yang kerap melintasi lalu lintas padat seperti Jakarta, mobil bertransmisi otomatis sangat lebih diandalkan dan nyaman. Cukup geser tuas transmisi ke posisi Drive (D), Anda tinggal mengandalkan kaki kanan untuk menekan pedal gas dan rem, sementara kaki kiri bisa isitirahat sehingga berkendara menjadi lebih santai.
 
Tapi di balik nonaktifnya kaki kiri, rupanya ada konsekuensi yang harus ditanggung pemilik mobil matik, yakni usia pakai rem yang lebih pendek. Ini karena kampas menjadi lebih cepat menipis. Kondisi ausnya kampas rem jauh lebih cepat dan terasa dibandingkan mobil manual.
 
Menurut Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, Suparman, menipisnya kampas rem mobil matik memang cukup wajar. Rem menjadi satu-satunya yang diandalkan untuk memperlambat laju mobil. Tidak seperti mobil manual yang masih bisa dibantu dengan engine brake memanfaatkan momentum penurunan level transmisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau dibandingkan dengan mobil manual, mobil matik itu lebih cepat setengahnya. Jadi bila mobil manual ganti kampas rem tiap 60.000 kilometer, mobil matik bisa 30.000 sampai 40.000 kilometer sudah ganti,” kata Suparman dikutip dari situs resmi Auto2000.
 
Suparman melanjutkan penjelasan, ada tiga poin kenapa kampas rem mobil matik lebih cepat habis dibandingkan manual:
 
1. Menahan Rem
Kebiasaan pemilik mobil matik lebih suka menahan pedal rem dengan kaki dibandingkan memanfaatkan rem tangan saat berhenti. Selain itu, pedal rem diinjak ketika posisi tuas transmisi masih berada di D untuk menahan laju mobil.
 
Kondisi inilah yang menyebabkan kampas rem cepat habis. Kondisi ini bahkan sudah menjadi kebiasaan para pemilik mobil matik. Dilakukan hampir setiap berhenti, jika terus-menerus, ketika mobil mau melaju terjadi gesekan antara cakram dan kampas rem sehingga cukup berat kerjanya.
 
2. Selalu Diandalkan
Mobil matik memiliki ritme penggunaan rem yang sangat aktif. Mulai dari akan bergerak, memperlambat laju kendaraan sampai mobil berhenti pasti, dan wajib menginjak pedal rem. Otomatis kondisi ini akan membuat kampas rem bekerja ekstra sehingga cukup wajar bila lebih cepat mengalami keausan.
 
“Mobil matik memang bisa engine brake, tapi dayanya tak sebesar mobil manual. Selain itu hampir setiap pergerakan ketika mengendarai mobil matik, pasti dilakukan dengan menekan pedal rem,” kata Suparman.
 
3. Posisi Netral
Selain beban yang tinggi, pengendara mobil matik juga jarang menyicil rem. Maksudnya, jika sudah terindikasi akan terhalang lampu merah, masih banyak yang melakukan pengereman mendekati posisi berhenti. Kondisi ini membuat rem bekerja lebih keras. Sementara pada pengendara mobil manual, kebanyakan sudah menetralkan posisi transmisi jika terlihat akan terhadang lampu merah, baru kemudian mulai melakukan pengereman.
 
Sebenarnya metode ini bisa ditiru untuk pengendara mobil matik. Caranya cukup mudah, tinggal dorongan posisi tuas ke N, lalu mulai melakukan pengereman secara bertahap hingga akhirnya mobil bisa berhenti.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif