Waspada, aki kering yang Anda beli berpotensi voltase turun. FOTO ANTARA/Lucky.R
Waspada, aki kering yang Anda beli berpotensi voltase turun. FOTO ANTARA/Lucky.R

Waspada Beli Aki 'Kering', Voltase Bisa Berkurang

Otomotif komponen otomotif komponen aftermarket
Ahmad Garuda • 06 Desember 2018 19:03
Jakarta: Aki MF (maintenance free) atau aki bebas perawatan yang kita sebut aki kering, bukan berarti aki yang benar-benar terbebas dari permasalahan. Mengingat ada beberapa hal yang ternyata harus diwaspadai saat Anda berniat meminang tipe aki seperti ini.
 
Dituturkan oleh Corporate Public Relation Officer PT Wacana Prima Sentosa (WPS), Satriawan Agung Prabowo, bahwa aki kering itu punya potensi voltase yang turun. Apalagi aki yang diproduksi di luar negeri dan dijual di Indonesia, setelah melalui perjalanan yang cukup panjang dari negara produsennya.
 
"Aki yang sudah diproduksi, terutama untuk tipe MF, punya potensi mengalami penurunan voltase. Ini hal wajar, karena barang terlalu lama disimpan, dari gudang ke gudang, dengan kondisi perbedaan cuaca dan kelembaban hingga sampai ke tangan konsumen. Makanya tidak jarang mereka yang membeli aki, belum cukup setahun sudah lemah terlebih dulu," klaim Satriawan yang akrab disapa Tumenggung ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Waspada Beli Aki 'Kering', Voltase Bisa Berkurang

Massiv Amal Memisahkan Cairan dari Aki Kering

Hal ini pun diakali dengan cara memisahkan cairan acid (cairan khusus untuk aki kering) dalam kotak aki. Sehingga ketika konsumen membeli aki, cairan dimasukkan dan tenaga benar-benar maksimal.
 
Ini adalah bentuk edukasi yang diberikan Massiv Amal, sehingga konsumen yang membeli komponen penghasil tenaga listrik di kendaraan ini, juga teredukasi. Bukan hanya membeli begitu saja, tapi tahu kapan memperlakukan aki yang baru dibeli seperti apa dan bagaimana cara mendapatkan tenaga maksimal dari aki yang baru dibeli.
 
Waspada Beli Aki 'Kering', Voltase Bisa Berkurang
 
"Ya, hal-hal seperti inilah yang kurang disosialisasikan para produsen baterai di Indonesia. Padahal ini adalah hal penting, agar konsumen juga bisa memaksimalkan penggunaan komponen otomotif yang baru mereka beli."
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif