Keselamatan pejalan kaki menjadi tanggung jawab bersama. Dok.MI
Keselamatan pejalan kaki menjadi tanggung jawab bersama. Dok.MI

Pengendara Wajib Jaga Keselamatan Pejalan Kaki

Otomotif tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 08 Mei 2019 07:16
Jakarta: Tak sedikit pengendara sepeda motor mendapat sanksi tilang lantaran melintasi trotoar Ibu Kota. Penindakan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum khusus pejalan kaki.
 
"Kasus pelanggaran lawan arus dan pedestrian trotoar yang ditindak jumlahnya cukup banyak," kata Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto melalui keterangan tertulisnya, beberapa waktu lalu.
 
Dikatakan, istilah pejalan kaki ditujukan untuk tiap orang yang menggunakan badan jalan dengan berjalan kaki, atau dengan kata lain adalah orang yang menggunakan jalan selain pengendara sepeda dan kendaraan bermotor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Termasuk untuk orang yang berjalan, berlari, jogging, bermain skateboard, pengguna kursi roda, manula, orang yang memapah sepeda juga masuk ke dalamnya. Sementara, pengemudi kendaraan bermotor terutama mobil merupakan pengemudi yang aman dan terlindung oleh badan mobil, sedangkan pejalan kaki hanya melindungi diri dengan pakaian mereka.
 
Pengendara Wajib Jaga Keselamatan Pejalan Kaki
Penggolongan dan pentingnya menjaga keselamatan pejalan kaki ini tertuang dalam Peraturan Kapolri (Perkap) 09 Tahun 2012 Pasal 55, yang juga terdapat dalam buku pencerahan bagi peserta ujian SIM.
 
"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan pejalan atau pesepeda, dipidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500.000. Langkah ini diharapkan sebagai proses edukasi, pencerahan, pembelajaran yang pada akhirnya akan terbangun sikap disiplin dan budaya tertib berlalu lintas."
 
Ketika menjadi korban kecelakaan biasanya pejalan kaki menjadi korban paling parah, bahkan bisa berujung kepada kematian. Sebagai pengemudi ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melindungi mereka.
 
Bahkan karena dianggap penting, berbagai sistem perlindungan dan keamanan terus dikembangkan oleh berbagai produsen roda empat. Salah satunya yang kini sedang diuji coba adalah fitur Pedestrian Detection.
 
Badan keselamatan di jalan raya Amerika Serikat, Insurance of Highway Safety (IIHS), baru-baru ini melakukan uji coba terhadap fitur Pedestrian Detection. Teknologi ini kurang lebih menggabungkan fitur rem otomatis dengan pembacaan para pejalan kaki yang ada di jalan raya.
Pengendara Wajib Jaga Keselamatan Pejalan Kaki
Fitur ini memanfaarkan kamera yang ada di depan atau di belakang sebagai sensor untuk membaca lingkungan. Alogaritma sistem akan mengklasifikasi objek, termasuk mendeteksi pejalan kaki, dan memeriksa kemungkinan akan terjadi tabrakan. Jika akan terjadi, maka sistem akan memberitahukan kepada pengemudi, dan mengaktifkan rem lebih cepat dari waktu reaksi pengemudi.
 
"Semakin banyak kecepatan yang bisa dikurangi, semakin besar kemungkinan pejalan kaki dapat diselamatkan. Teknologi (Pedestrian Detection) selalu memperhatikan jalan dan tidak pernah terganggu ataupun mengantuk," ungkap Manager of Active Safety Testing IIHS, David Aylor, dikutip dari Digital Trends.
 
IIHS sudah mencoba fitur Pedestrian Detection di 11 small sport utility vehicle (SUV). Tercatat 9 dari 11 mobil yang disematkan Pedestrian Detection dapat bekerja dengan baik dan mencegah terjadinya kecelakaan.
 
Diketahui, semobilan mobil yang bisa menjalankan fitur Pedestrian Detection dengan baik adalah Honda CR-V, Subaru Forester, Toyota RAV4, Volvo XC90, Chevrolet Equinox, Hyundai Kona, Kia Sportage, Mazda CX-5, dan Nissan Rogue. Sedangkan fitur serupa yang disematkan di Mitsubishi Outlander kurang responsif, dan di BMW X1 tidak mendapatkan penilaian karena fitur tidak bekerja.
 
Fitur Pedestrian Detection dianggap sebagai salah satu cara untuk menekan angka kecelakaan pejalan kaki, dan akan digunakan di mobil-mobil tanpa supir alias mobil otonom. Tidak menutup kemungkinan fitur ini akan menjadi fitur wajib yang ada di mobil. Terlebih untuk mobil-mobil otonom di masa depan yang jelas membutuhkan fitur ini.

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif