Workshop Shell Fuel Academy. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto
Workshop Shell Fuel Academy. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Shell Fuel Academy Berbagi Ilmu tentang Kinerja Bahan Bakar untuk Mesin

Otomotif tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 27 Juni 2019 10:05
Jakarta: Bagi sebagian masyarakat mencampur atau berganti-ganti bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraanya dianggap hal yang biasa. Padahal hal itu tidak direkomendasikan. Pasalnya setiap jenis BBM memiliki kualitas yang berbeda-beda, sehingga performa BBM tidak bisa didapatkan secara maksimal.
 
Salah satu asumsi yang hadir di masyarakat adalah jika mencampur oktan yang tinggi dengan yang rendah, maka bisa mendapatkan nilai oktan yang lebih baik. Namun harganya tidak bikin boncos kantong. Hal ini banyak dilakukan untuk alasan tersebut.
 
Selain oktan, kandungan aditif pada masing-masing jenis juga menentukan kualitasnya. Bensin RON 92 atau 95 mempunyai aditif yang berfungsi sebagai pembersih kerak di ruang bakar, sedangkan bensin RON 88 masih dapat menyisakan kerak

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang penggunaan BBM, PT Shell Indonesia pun menggelar kegiatan bertajuk 'Kinerja Bahan Bakar dalam Menghasilkan Pembakaran Terbaik bagi Mesin Kendaraan'.
 
Shell global Solutions, Fuels Scientist, Andreas Schaefer mengungkapkan, bahwa teknologi mesin mengalami evolusi yang sangat pesat, menghasilkan daya kuda/horse power yang sangat tinggi, sehingga hal ini menyebabkan mesin rentan terhadap deposit atau gesekan yang membuat performa menurun.
 
Dalam pemaparannya Andreas mengatakan, bahwa Shell mengembangkan teknologi bahan bakar terbaru yang disebut Dynaflex. Didesain untuk bisa membantu mencapai efisiensi dan performa mesin yang optimal sesuai dengan kapasitasnya.
 
"Formula inovatif/teknologi Dynaflex pada bensin Shell V-Power memiliki tiga kali lebih banyak molekul pembersih (boosted cleaning power), sehingga mampu membantu meningkatkan kebersihan mesin hingga 80% mulai dari pengisian pertama," kata Andreas di workshop Shell Fuel Academy di Jakarta, Rabu (26/6/2019).
 
Andreas mengklaim jika formula Dynaflex mampu membersihkan kotoran atau kerak yang menyumbat komponen-komponen sistem bahan bakar, seperti injektor (injector noozle) dan katup masuk (inlet valve) pada mesin berbahan bakar bensin. Endapan ini terkadang sulit dibersihkan dan dapat mengurangi perfoma maksimal mesin.
 
Tak hanya itu, formulasi bahan bakar bensin Dynaflex dikalim mampu mengurangi gesekan. Semakin sedikit energi yang terbuang akan membantu efisiensi mesin. Teknologi Dynaflex dengan molekul Friction reducer mengurangi panas secara signifikan.
 
Kata Andreas, formula/teknologi Dynaflex yang baru pada bensin Shell V-Power memiliki tiga kali lebih banyak molekul pengurang gesekan (friction-reducing molecule), sehingga mampu meningkatkan kinerja mesin.
 
Terakhir adalah efisiensi mesin. Semua bahan bakar Shell (Shell Super, Shell Regular dan Shell V-Power) mengandung Teknologi Dynaflex yang baru untuk membantu efisiensi mesin. Dan dengan aktif mencegah pembentukan endapan sistem bahan bakar, dan mengurangi terbuangnya energi bahan bakar bensin.
 
Andreas berpesan, jika terpaksa mencampur bensin karena ketersediaan stok di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU), sebaiknya isi tangki secukupnya saja dengan jenis bensin yang tersedia. Perkirakan bahan bakar tersebut cukup untuk sampai menemukan SPBU lain. Selanjutnya isi kembali tanki dengan bensin sesuai spesifikasi mesin agar mesin bekerja dengan sempurna.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif