Waspada, hujan deras potensi kecelakaan makin tinggi. Antara
Waspada, hujan deras potensi kecelakaan makin tinggi. Antara

Ubah Perilaku Berkendara saat Musim Hujan

Otomotif tips mobil tips motor tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 13 Januari 2020 11:11
Jakarta: Hujan mulai mengguyur wilayah Indonesia, tentu sebagai pengguna kendaraan, kita dituntut untuk lebih waspada, karena kondisi jalanan yang basah. Sebagai pengendara pun diharapkan merubah cara mengemudikan mobil.
 
Pasalnya traksi ban pada jalanan basah jadi tak sebaik pada saat kondisi kering. Terlebih jika melewati genangan air yang sebenarnya tak terlalu dalam, tapi dengan kecepatan tinggi akan sangat berbahaya.
 
Mobil akan terasa melayang, hilang daya cengkeram pada permukaan jalan. Inilah yang disebut dengan hydroplan atau aquaplanning. Tanpa traksi yang bagus, potensi kecelakaan jadi besar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kasus ini terjadi bukan karena ban tidak mumpuni, tapi faktor pengemudinya. Saat hujan kecepatan wajib dikurangi," kata Rudy Novianto, instruktur dari Sentul Driving Center beberapa waktu lalu di Jakarta.
 
Jika Anda sedang melaju di jalan tol, sebaiknya kecepatan dikurangi hingga batas minimum 60 km/jam. Belum lagi jarak pandang yang semakin berkurang karena hujan yang turun deras dan kecepatan laju mobil.
 
Produsen ban sudah banyak melakukan inovasi pada produknya, agar punya traksi bagus saat hujan. Tapi yang patut diingat, periksa kembali ketebalan ban Anda, agar kinerjanya saat hujan tetap baik.
 
Terakhir, jangan menggunakan lampu hazard pada saat hujan. Kebiasaan salah namun dibiasakan ini justru akan membahayakan karena membuat silau pengendara di belakang. Sebaiknya nyalakan lampu kota atau lampu besar saja.
 
Bagi anda pemotor atau biker, musim penghujan jadi 'musuh' bagi pengendara motor karena rentan dengan kecelakaan.
 
Tim Safety Riding Promotion (SRP) Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) imbau pengguna sepeda motor untuk lebih ‘cerdas’ dalam menyikapi kondisi berkendara pada kondisi hujan.
 
Tidak sembarang, sikap, kontrol emosi, dan kepedulian untuk lebih aman dalam berkendara motor akan dapat menghilangkan momok menakutkan, hujan adalah musuh pengendara motor karena kerap timbulkan kecelakaan di jalan raya.
 
"Kita perlu lebih sigap dan cerdas menyikapi berkendara pada musim hujan yang mulai tiba. Kondisi fisik, perlengkapan yang pas, kesiapan motor, hingga berapa trik berkendara aman harus diketahui saat hujan,” jelas Head of SRP Wahana, Agus Sani dalam ketarangan persnya.
 
Berikut beberapa tips, trik dan saran untuk berkendara pada kondisi hujan pada intensitas sedang hingga tinggi.
 
Pastikan jas hujan siap di kendaraan, khususnya jas hujan yang terpisah antara atasan dan bawahan. Jangan gunakan jenis raincoat ponco karena rentan sebabkan kecelakaan.
 
Pastikan kondisi motor dalam kondisi baik untuk rem, ban serta tekanan anginnya, hingga kelistrikan seperti lampu yang sangat dibutuhkan ketika hujan supaya dapat di lihat pengguna jalan lainnya.
 
Ketika hujan turun, jangan berhenti mendadak atau terburu-buru. Pilihlah area yang aman untuk berteduh dan menggunakan perlengkapan anti hujan. Berhenti secara mendadak berpotensi tertabrak dari belakang oleh pengendara lainnya.
 
Berteduh atau menggunakan jas hujan usahakan mencari area yang aman, jangan berteduh langsung dibawah pohon, underpass ataupun billboard, selain dapat terkena musibah tertimpa pohon akibat angin, pemilihan underpass sebagai tempat teduh akan sebabkan hambatan arus lalu lintas.
 
Tidak ada alasan apapun, kondisi licin dan jarak pandang yang berkurang, jagalah jarak motor anda dengan pengguna jalan lainnya. Dan jangan gunakan lampu hazard karena dapat membuat bingung pengendara dibelakang anda.
 
Waspada terhadap genangan air yg ada di jalan raya, jika kita belum memahami rute yang kita lewati
 
Helm adalah bagian wajib berkendara dalam segala kondisi cuaca. Helm jenis fullface adalah yang terbaik untuk melindungi kepala dan air hujan. Jika muncul embun, bukalah sedikit kaca helm agar udara masuk dan menghilangkan embun tersebut. Atau, sebelum digunakan basuhlah kaca helm dengan shampoo ataupun pembersih kaca helm yang memang khusus untuk mengatasi air hujan.

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif