Mengemudi di tikungan, harap jaga kecepatan agar tidak terjadi gejala oversteer. Medcom.id/Ekawan Raharja
Mengemudi di tikungan, harap jaga kecepatan agar tidak terjadi gejala oversteer. Medcom.id/Ekawan Raharja

Kenali Gejala Oversteer Saat Berkendara

Otomotif tips mobil safety driving tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 28 Desember 2018 06:50
Jakarta: Pada artikel sebelumnya, kami membahas tentang bagaimana mengatasi understeer pada saat berkendara. Sebaliknya, ada juga istilah oversteer. Bagi Anda yang sering menggunakan kendaraan roda empat mungkin pernah mengalami kejadian ini.
 
Lalu apa sih yang dimaksud dengan istilah oversteer ini? Menurut Boy Falatehansyah, Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), oversteer adalah kebalikan dari understeer, yakni selip yang terjadi pada roda belakang, akibat dari akselerasi yang tiba-tiba atau pengereman pada saat menikung. Sehingga daya cengkeram ban belakang hilang.
 
Untuk kasus oversteer ini bobot mobil akan pindah ke depan sehingga daya cengkeram ban belakang berkurang dan akan membuat mobil tak terkendali serta berpotensi menabrak pada bagian samping kendaraan. Bahayanya pada bagian samping kendaraan tidak memiliki perlindungan sebaik bagian depan atau belakang.
Kenali Gejala Oversteer Saat Berkendara
“Penanganan oversteer hampir sama dengan penanganan understeer dan yang terpenting tidak panik, jangan injak pedal rem dan pedal gas, jangan pindahkan posisi tangan di setir. Jika kendaraan transmisi manual injak pedal kopling (free whell) tahan hingga kendaraan terkendali. Jika transmisi otomatis dan belum menggunakan sistem traction control arahkan tuas transmisi ke posisi netral. Counter sterr/membalas setir (untuk pertama kali) ke arah slip kemudikan ke arah tujuan, lakukan hingga kendaraan terkendali,” jelas Boy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk mengantisipasi agar kendaraan Anda tidak mengalami oversteer yang harus dilakukan adalah perhatikan kecepatan terutama saat Anda berbelok, memperhatikan jarak aman untuk memberikan waktu reaksi pada kendaraan Anda. Memperhitungkan kondisi cuaca dan jarak pandang, memperhatikan situasi sekitar dan memanfaatkan kaca spion serta lampu sein sebelum berbelok.
 
“Jangan menginjak gas atau rem secara mendadak, zig-zag antar jalur dan jangan berasumsi bahwa pengemudi lain akan berhenti untuk kendaraan Anda, serta yang paling penting adalah jangan kehilangan kesabaran,” tutupnya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif