Tips Knowledge

Cara Membedakan Pelek Asli dan Palsu

Ekawan Raharja 20 Agustus 2018 10:08 WIB
tips knowledge
Cara Membedakan Pelek Asli dan Palsu
Pembeli pelek harus jeli membandingkan pelek asli dengan replika. Vonssen
Jakarta: Mengganti pelek adalah salah satu cara paling gampang untuk mengubah tampilan kendaraan. Berbagai macam model dan jenis pelek mobil pun bisa ditemui, mulai dari kualitas original equipment manufacture (OEM), asli impor, maupun palsu (kw/replika).

Tentu diperlukan kejelian untuk memilih pelek, khususnya membedakan pelek asli dengan pelek palsu. Berikut beberapa tips dari Suzuki yang bisa digunakan untuk memilih pelek.

Harga Pelek
Hal utama yang bisa menjadi acuan dalam membedakan pelek asli dengan replika adalah harga. Pelek asli biasanya dibanderol lebih mahal dibandingkan yang replika. Bahkan bisa sampai empat kali lebih mahal dibandingkan pelek replika.


Contoh sederhananya, kalau pelek replika ring 17 harganya berkisar Rp5 jutaan, pelek aslinya bisa dibanderol antara Rp20 juta-Rp25 juta. Jauhnya harga yang ditawarkan tentu bisa menjadi pertimbangan ketika membeli sebuah pelek.

Namun hal ini tidak bisa jadi patokan pasti, karena tidak jarang juga ada pedagang nakal yang menjual pelek replika dengan harga mahal dan mengatakan bahwa pelek yang mereka jual adalah pelek asli.

Bobot Pelek
Mencegah tertipu oleh pedagang yang nakal, merasakan bobot pelek bisa menjadi cara ampuh dalam membedakan pelek asli dan pelek replika. Kebanyakan pelek asli lebih ringan ketimbang replikanya.

Contohnya pelek replika ring 17 beratnya kurang lebih 10-11 kilogram. Kalau pelek asli kurang lebih enam kilogram saja. Bobot inilah yang bisa kita jadikan salah satu indikatornya.

Tapi lagi-lagi, bobot pelek belum bisa jadi patokan pasti karena tidak semua pelek asli itu ringan, seperti contohnya pelek asli ring 20 beratnya sama dengan yang replika.

Kualitas Pembuatan Pelek
Selain harga dan bobot pelek, kualitas pembuatan pelek juga bisa membedakan pelek asli dan pelek kw. Biasanya saat dibuat pelek replika akan melalui proses pengecoran, sementara pelek asli melalui proses ditempa. Nah, yang paling dari dua proses pembuatan pelek itu adalah saat finishing-nya.

Pelek asli proses finishing rapi, sementara replika akan tampak berantakan, seperti ada yang bolong di permukaan dalam pelek. Catnya pun tampak tidak sama.

Tidak mudah memang membedakan pelek asli dan pelek palsu. Tapi kunci yang paling penting adalah jangan mudah tergiur dengan harga yang murah dan jangan terburu-buru ketika membeli pelek. Jangan malas mencari informasi tentang pelek yang ingin dibeli dan cek semua bagian pelek dengan detail sebelum akhirnya memutuskan membelinya.



(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id