Contoh kampas kopling pada transmisi manual. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto
Contoh kampas kopling pada transmisi manual. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Waspada Tenaga Mesin 'Dikorupsi', Cek Kondisi Kopling

Otomotif tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 23 Mei 2018 13:23
Jakarta: Mempersiapkan vitalitas kendaraan menjelang musim mudik, biasanya dilakukan menjelang pekan kedua Ramadan. Salah satu yang patut diwaspadai adalah komponen sistem transmisi yaitu kopling atau clutch. Mengingat jika komponen ini sudah aus, maka tenaga mobil yang seharusnya cukup besar, bisa 'dikorupsi' hilang begitu saja karena selip di kopling.

Berbicara soal komponen fast moving di mesin tersebut, kopling punya peran penting yang berfungsi untuk menghubungkan tenaga mesin ke sistem transmisi dan memutar roda sehingga kendaraan dapat bergerak. Jika komponen ini rusak, mobil Anda tidak akan bergerak alias mogok.

“Bagi mobil yang menggunakan transmisi manual, tanda kampas kopling habis/tipis adalah setelan pedal kopling jadi tinggi dan mesin kurang tenaga alias lemot. Selain itu, suara mesin meraung tak bertenaga,” jelas Toha, mekanik yang praktik di bengkel Pit Stop di Jakarta Timur, kepada Medcom.id, di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Kampas kopling bisa rusak karena usia pakai dan cara pemakaian. Biasanya akibat sering menggantung pedal kopling dalam waktu lama. Terutama saat tanjakan. Selain itu bisa karena beban muatan yang banyak dan berat sehingga kopling kerja ekstra keras,” tambah Toha.

Kopling di transmisi otomatis Cerita berbeda dengan mobil yang menggunakan transmisi otomatis. Satu hal yang harus diperhatikan ketika perawatan transmisi otomatis adalah soal penggantian oli secara teratur. Selain itu penggunaan oli transmisi yang sesuai rekomendasi pabrikan.

“Ganti oli sesuai jarak tempuh kilometer. Sebisa mungkin tidak pakai oli sembarangan. Gunakan merek dan jenis oli transmisi yang direkomendasikan oleh pabrikan. Menggunakan oli sembarangan bisa berakibat fatal. Kampas kopling otomatis bisa gosong dan tidak bisa jalan,” beber Toha.

Jadi jangan menunda untuk mengganti spare part/komponen yang telah rusak atau yang sudah lewat masa pakai. Hal itu agar tak berdampak ke komponen lainnya. Lakukan servis berkala, dan konsultasikan ke bengkel langganan Anda untuk perawatan mobil.


(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi