Selalu gunakan perlengkapan berkendara agar tak mengundang bahaya. YIMM
Selalu gunakan perlengkapan berkendara agar tak mengundang bahaya. YIMM

Safety Riding

Mau Turing dan Konvoi Motor? Biker Wajib Perhatikan Hal Ini

Otomotif konvoi tips motor safety riding tips knowledge Coronavirus PSBB
M. Bagus Rachmanto • 25 Mei 2020 12:00
Jakarta: Tak jarang komunitas biker memanfaatkan libur lebaran dengan melakukan turing sepeda motor bersama rekan. Tapi masih banyak orang yang 'asal' dalam melakukan konvoi atau bermotor membentuk barisan. Terutama soal konsistensi jarak antara pengendara.
 
Menurut instruktur safety riding yang juga jadi owner Safety Defensive Consulting Indonesia (SDCI), Sonny Susmana, bahwa ini rata-rata dilakukan oleh komunitas dalam berkonvoi. Tapi sebenarnya konsistensi jarak ini juga harus memperhitungkan kondisi lalu lintas.
 
"Ya kita tidak bisa selamanya memaksakan jarak seperti itu kalau memang kondisi lalu lintasnya sangat ramai atau tidak mendukung. Terpenting kita tetap menjaga keselamatan berkendara baik diri kita, rekan kita, pengendara lain, atau juga obyek-obyek di sekitar," ujar Sonny kepada Medcom.id dalam beberapa kali momen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mencotohkan kondisi tersebut ketika konvoi bersama tim Medcom.id ke Bogor beberapa waktu lalu. Ia cenderung menjaga jarak dan menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas. Tidak memaksakan dan cenderung terkesan tertinggal.
 
"Padahal ya saya berusaha untuk disiplin untuk tidak memaksakan kehendak di jalan raya. Ini penting, karena yang akan mengubah kebiasaan kita dalam berkendara sehari-hari. Apalagi jalur yang terkenal cukup ramai seperti Jakarta-Bogor. Hal terpenting adalah, kita punya patokan khusus, seperti warna jaket teman konvoi, atau ada atribut khusus lainnya yang bisa jadi patokan."
 
Desmon sebagai salah satu anggota komunitas motor OMR juga menegaskan bahwa Ia selama ini cuma mengikuti instruksi aman berkendara di komunitasnya tanpa paham aturan yang aman di jalan raya seperti apa. Menurutnya, apa yang diungkapkan Sonny ini cukup masuk akal. Mengingat menjaga konsistensi jarak, terkadang mengabaikan keselamatan jika tak memperhatikan kondisi lalu lintas yang sedang terjadi.
 
Ditemui beberapa waktu lalu, Bripka Umar Suhartono yang bertugas di Ditlantas Pamwal Polda Metro, sekaligus anggota pengawalan RI 1 membeberkan cara konvoi sepeda motor yang aman.
 
Menurutnya, jika ingin melakukan konvoi disarankan membuat formasi zig-zag, hal ini dimaksudkan apabila terjadi pengereman mendadak akan memberikan jarak aman bagi sepeda motor di belakangnya.
 
Selain itu, panjang konvoi disarankan tidak lebih dari 10 sepeda motor, dan jika ingin konvoi lebih dari 10 motor maka harus dilepas setiap 10-15 menit per rombongan. Teknik seperti ini biasa dilakukan untuk menghindari kemacetan dan menghindari kepadatan lalu lintas, serta mempermudah koordinasi.
 
Ini juga menjadi cara yang tepat untuk membuat konvoi sepeda motor tidak merugikan orang lain. Mengingat jika ekor konvoi terlalu panjang, bakal membuat penumpukan di sejumlah titik persimpangan. Lalu dari sisi koordinasi juga akan terasa menyulitkan.
 
Umar menyarankan, dalam berkonvoi hendaknya menggunakan perlengkapan berkendara yang aman, termasuk memakai sepatu yang tingginya di atas mata kaki, hingga sarung tangan yang menutup hingga pergelangan.
 
Hal lain yang disarankan adalah fokus dan tetap memberikan sandi-sandi aman berkendara di jalan raya. Ini berfungsi agar anggota konvoi bisa menghindari jalan rusak atau mengarah di jalur yang benar.
 

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

1593070590673

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif