Lowes berbagi cerita soal perbedaan karakter mesin 600 cc 4-silinder dari Honda dan mesin 765 cc 3-silinder dari Triumph. FO
Lowes berbagi cerita soal perbedaan karakter mesin 600 cc 4-silinder dari Honda dan mesin 765 cc 3-silinder dari Triumph. FO

Sam Lowes Curhat Soal Karakter Moto2 yang Lambat di Tikungan

Otomotif balap motor
Ahmad Garuda • 31 Juli 2019 13:05
Jakarta: Sam Lowes untuk kedua kalinya datang berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu. Dalam momentum kunjungan spesialnya itu, pembalap dengan nomor balap 22 itu bicara blak-blakan soal performa motor Moto2 yang tahun ini mulai menggunakan mesin dari Triumph berkonfigurasi 765 cc dengan tiga silinder.
 
Ia juga merasakan perbandingan yang cukup berbeda antara mesin tiga silinder milik Triumph dengan mesin 4-silinder milik Honda. Menurutnya, sejak kelas Moto2 digulirkan pada 2010 lalu, pembalap selalu dimanjakan dengan kecepatan di tikungan yang begitu baik. Tapi ketika menggunakan mesin dengan kapasitas lebih besar namun jumlah piston berkurang satu, maka ada karakter yang meledak-ledak.
 
"Jujur saja, karakter motor ini bisa dibilang cukup liar di akselerasi. Sehingga butuh penguasaan yang bagus saat keluar dari tikungan. Tapi ketika akan masuk ke tikungan, berbeda dengan karakter mesin dari Honda yang bisa lebih cepat. Mesin dari Triumph ini malah mengharuskan kita lebih lambat masuk tikungan. Kalau dipaksakan hasilnya bisa buruk," ujar Sam Lowes ketika berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun Ia menepis bahwa ini harus dikendarai dengan cara yang sangat berbeda. Memang diperlukan penyesuaian di sisi gaya balapan. Tapi juga bukan pakem untuk membuat motor lebih kencang.
 
"Jelas penggunaan mesin yang berbeda akan mengubah karakter sebuah motor. Tapi dengan bantuan sistem elektronik yang bertambah di motor untuk semua pembalap, saya rasa apa yang dialami para pembalap tidak jauh berbeda antara satu dengan yang lain. Tinggal mencari kesesuaian setup dengan rangka. Produsen rangka motor tahun ini juga mulai mengembangkan motor yang sesuai dengan karakter mesin, sehingga saya yakin ini masih awal. Kita lihat saja nanti hasil pengembangannya."
 
Selain bercerita tentang kecepatan menikung berdasarkan perbedaan karakter mesin, Ia juga berbicara soal getaran yang menjadi isu besar sebelum mesin tiga silinder ini resmi dipasok buat balapan di Moto2. Menurutnya, riset yang dilakukan tim, khususnya untuk rangka yang digunakan balapan, ini sangat baik. Getaran diakui hanya muncul ketika ban sudah overheat (terlalu panas) sehingga membuat motor bergetar.
 
Selebihnya, Lowes mengakui tidak ada masalah. Tantangan terbesarnya hanya membuat motor ini bisa kompetitif di tikungan, seperti halnya saat menggunakan mesin dari Honda.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif