Brompitan, begini cara alumni SMA 3 Olskul menghidupkan citra pariwisata di Solo. TB
Brompitan, begini cara alumni SMA 3 Olskul menghidupkan citra pariwisata di Solo. TB

Klub dan Komunitas

Brompitan, 'Anak SMA Olskul' Hidupkan Pariwisata Lokal

Otomotif klub motor
Ahmad Garuda • 24 Agustus 2020 20:08
Surakarta: Banyak cara yang ditempuh oleh orang-orang untuk menghidupkan ragam sektor yang nyaris sepi dan senyap semasa pandemik Covid-19 berlangsung. Salah satunya alumni SMA Negeri 3 Solo yang membentuk komunitas dadakan 'Brompitan' dan berupaya menghidupkan kembali sektor wisata yang sempat vakum di masa pandemik global.
 
Menurut salah satu pentolannya yaitu Tumenggung Prabowo, bahwa aksi yang mereka lakukan ini benar-benar dadakan dan terkumpul kurang lebih 50 bikers yang tergabung di dalamnya. Semuanya adalah alumni sekolah tersebut yang hingga kini eksis sebagai bikers dengan ragam kendaraan.
 
Brompitan itu sendiri adalah istilah anak-anak di Jawa kala doyan main motor bersama teman-teman untuk berkegiatan. Nama ini pun menjadi nama acara yang mereka usung kali ini untuk meramaikan kembali industri pariwisata yang hingga kini masih terbilang sepi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami melakukan ini sebagai bentuk kepedulian kami untuk membuat sektor pariwisata kembali menggeliat. Paling tidak sebagai momen untuk memancing agar orang-orang peduli daerah wisata lokal dan perekonomian yang bersiklus di dalamnya. Dalam kondisi seperti ini memang harus diakali dengan perilaku yang lebih baru, yaitu taat protokol kesehatan agar tidak menjadi kluster baru Covid-19," jelas Tumenggung dalam pernyataan resminya.
 
Lantaran tujuannya bukan berdasarkan kesamaan merek motor, maka siapa pun yang merupakan alumni yang doyan naik motor atau pun menggunakan kendaraan roda empat, bisa ikutan dalam acara yang berlangsung pada pertengahan Agustus tersebut.
 
"Acara ini digelar untuk menjalin keakraban sesama Alumni SMA 3 Solo. Acara ini sengaja kami gelar untuk menunjukkan bahwa kita masih bisa berkreasi di momen sulit seperti ini. Penerapan protokol kesehatan ketat bahkan dikawal pihak kepolisian juga dilakukan. Tujuannya agar pelaksanaan acara berlangsung dengan sukses dan tak menyalahi aturan pemerintah," klaim Koordinator Brompitan, Benyamin Aris.
 
Lantaran tidak ada pembatasan Angkatan yang boleh ikut, acara ini pun bahkan diikuti oleh angkatan era 70-an, sehingga acara motoran ala olskul ini berlangsung meriah.
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif