Skuad Honda Racing tahun ini lebih lengkap ke berbagai ajang balap dunia. medcom.id/Ahmad Garuda
Skuad Honda Racing tahun ini lebih lengkap ke berbagai ajang balap dunia. medcom.id/Ahmad Garuda

Skuad Tim Balap Honda Siap Tarung untuk 2019

Otomotif balap motor yamaha honda motor
Ahmad Garuda • 09 Februari 2019 17:21
Bandung: Musim kompetisi balap segera dimulai di awal 2019. Pergantian pembalap dan pembibitan pembalap muda, pun tak lepas dari program balap brand-brand otomotif yang punya target tinggi ke ajang dunia. Seperti yang ditunjukkan Honda melalui skuad balapnya Astra Honda Racing Team (AHRT).
 
Secara resmi mereka meluncurkan skuad terbaru tahun ini yang bakal mengisi perhelatan balap lokal, Asia bahkan dunia. Apalagi setelah melihat lolosnya satu pembalap mereka ke ajang balap dunia yaitu Dimas Ekky Pratama yang tahun ini bakal bertarung di ajang Moto2 World Championship.
 
Presiden Direktur PT Astra Honda Motor (AHM), Toshiyuki Inuma, menegaskan bahwa program balap yang mereka canangkan tahun ini lebih beragam dan lebih lengkap. Tujuannya jelas untuk membuat bibit-bibit pembalap yang mulai terlihat jadi itu, punya kans bertarung di ajang balap dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Skuad balap kami tahun ini lebih komplit dan juga kami konfigurasikan untuk ikut di ajang balap yang lebih beragam. Tujuannya jelas untuk membuat skill mereka lebih terasa, lebih baik, hingga menjadi pembalap yang diperhitungkan tim balap dunia. Memang tidak akan mudah melakukan pembibitan, tapi kami yakin, dengan tahap-tahap seperti itu, jalannya terbuka lebih baik," ujar Inuma San.
 
Direktur Marketing AHM, Thomas Wijaya mengatakan pembinaan berjenjang dan terstruktur dari hulu berupa sekolah balap untuk pembalap usia dini bertalenta yang dilanjutkan ke kompetisi balap nasional hingga kelas balap bergengsi internasional di Eropa, CEV International Championship.
 
“Kami senang hingga saat ini dapat tetap mempertahankan dan memperkuat komitmen kami mendampingi pembalap muda memaksimalkan potensinya mencapai mimpi di dunia balap. Intinya ini menjadi cara kami menginspirasi generasi muda untuk mempersembahkan kebanggaan bagi bangsa," ujar Thomas.
 
Tahapan pembinaan yang dimaksud adalah berjenjang sejak usia dini di bawah 16 tahun melalui program Astra Honda Racing School (AHRS). Kali ini bagi pebalap berusia di bawah 14 tahun akan berlatih menggunakan motor balap Honda NSF100 yang sangat cocok digunakan untuk berlatih bagi pemula.
 
Sementara, untuk pembalap di atas umur 14 tahun akan menggunakan CBR250RR yang menjadi tunggangna jawaran di tahun lalu.
 
DI balap nasional, mereka menggelar pesta balap one make race nasional bertajuk Honda Dream Cup di berbagai kota. Berbagai dukungan untuk tim balap yang terjun di Kerjunas sport Indospeed Race Series dan Motoprix juga dilakukan.
 
Seri Kejuaraan Balap Asia
Setelah melewati jenjang nasional, tahap selanjutnya adalah masuk ke level Asia. Sebanyak lima pembalap sukses lolos seleksi akhir pada 2018 lalu. Mereka akan berlaga di di Asia Talent Cup (ATC) musim 2019 yang dipromotori oleh Dorna Sports yang juga penyelenggara kejuaraan balap dunia, MotoGP.
 
Para pembalap yang akan bergabung di ATC adalah Mohammad Adenanta Putra, Afridza Syach Munandar, Herjun Adna Firdaus, Muhammad Hildhan Kusuma dan Abdul Gofar Mutaqim.
 
Kemudian ada juga Herlian Dandi dan Azryan Dheyo Wahyumaniadi, juga diberi kesempatan oleh AHM untuk menambah jam terbang sekaligus mengasah kemampuan mereka di Thailand Talent Cup (TTC). Uniknya, para pembalap muda bakal menggeber NSF250R yang merupakan motor prototipe untuk para pembalap pemula.
 
AJang lainnya adalah Asia Road Racing Championship (ARRC) di ARRC 2019. Di event bergengsi ini, mereka mengandalkan Andi "Gilang" Farid Izdihar untuk berlaga di kelas Supersports 600cc. Lalu Rheza Danica Ahrens yang sebelumnya meraih Juara Asia di kelas Asia Production 250cc (AP250) 2018, akan berlaga juga di kelas ini. Sementara untuk kelas AP250, Awhin Sanjaya, Irfan Ardiansyah dan Lucky Hendriansya bakal menggeber CBR250RR di ajang yang sama.
 
Uniknya, meski jadwal para pembalap itu cukup padat, namun alokasi balapan kepada para pembalap nasional tetap ditambahkan. Termasuk yang berlaga ke balap ketahanan Suzuka untuk menguji performa, ketahanan fisik dan mental, konsistensi dan kestabilan pebalap binaannya.
 
Pada ajang ketahanan Suzuka 4-Hours Endurance, dua pembalap muda Irfan Ardiansyah dan Awhin Sanjaya akan berjuang gigih mengibarkan merah putih di Sirkuit Suzuka yang nyaris didapatkan tahun lalu. Sementara di kategori 8-Hours Endurance, Andi Gilang jadi jagoan tim ini.
 
Seri Kejuaraan Balap Eropa
Menuju jenjang yang lebih tinggi, balap di CEV International Championship jadi sebuah keharusan bagi mereka yang ingin tampil lebih kompetitif. Mengingat ajang ini memiliki tingkat kompetisi yang sangat ketat. Ajang balap bergengsi di Eropa ini merupakan gelaran balap terdekat dengan Grand Prix yang menjadi mimpi tertinggi para pembalap dunia.
 
Kesempatan besar ini diberikan kepada Mario Suryo Aji yang akan berlaga di CEV Moto3 Junior World Championship. Pembalap muda asal Magetan bergelar 'Super Mario' ini akan menjajal Sirkuit Eropa untuk pertama kalinya di usia 15 tahun.
 
Sementara itu, Gerry Salim yang sebelumnya bertanding di Moto3, kali ini bertanding ke ajang CEV Moto2 European Championship. Berbekal kompetensi dan pengalamannya membalap motor di sirkuit Eropa, arek Suroboyo ini akan berjuang gigih untuk mencetak prestasi membanggakan untuk Indonesia. Pada balapan ini Gerry akan didampingi oleh Andi Gilang yang juga akan berlaga selama 4 seri di kejuaraan.
 
Untuk meningkatkan skill dan fokus berlatih agar dapat memberikan hasil yang terbaik untuk Indonesia, baik Gerry dan Mario akan menetap sementara di benua Eropa. Hal ini agar mereka terbiasa mendalami medan balap di Eropa. Selain itu, Mario juga akan balapan di Red Bull MotoGP Rookies Cup untuk mengasah kemampuannya di berbagai sirkuit MotoGP.
 
Jika dibandingkan dengan program balap milik Yamaha, pilihan penjenjangan yang dilakukan Honda, terlihat lebih banyak dan beragam. Ini menjadi penanda keseriusan mereka dalam mencari bibit pembalap ke ajang dunia.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi