NEWSTICKER
Honda ADV150 dianggap mengalami banyak masalah, benarkah? medcom.id/Ahmad Garuda
Honda ADV150 dianggap mengalami banyak masalah, benarkah? medcom.id/Ahmad Garuda

Analisis Teknis Otomotif

Honda ADV150 Bermasalah atau Cara Mengulas Asal-Asalan?

Otomotif honda motor tips knowledge
Ahmad Garuda • 02 Agustus 2019 06:48
Jakarta: Honda ADV150 memang sedang naik daun, di mana-mana jadi pembicaraan. Bukan hanya karena unitnya harus melalui proses pemesanan yang waktu tunggunya berbulan-bulan. Namun juga karena beberapa konsumen yang memesan perdana sudah mendapatkan unit motornya.
 
Uniknya, beberapa konsumen mengulas produk tersebut dengan cara masing-masing. Ada yang melakukan tes berkendara menguji akselerasi dari dari perasaan saja (tanpa alat ukur yang jelas), lalu sistem peredaman yang bermasalah saat melindas gundukan jalan (polisi tidur) di kecepatan 20 kilometer per jam hingga bahan bodi yang terbuat dari plastik.
 
Penasaran dengan hal tersebut, kami pun menanyakan ke bagian riset serta pengembangan produk tersebut yang tak ingin disebut namanya. Menurutnya, hingga saat ini mereka belum mendapat laporan detail tentang kejanggalan di motor tersebut. "Hingga saat ini kami belum menerima laporan apa pun tentang ADV150 yang bermasalah di bagian suspensi. Belum ada info yang masuk di sini. Semuanya masih oke-oke saja."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lalu bagaimana dengan klaim beberapa warganet yang melakukan ulasan produk saat menerima unit motornya? Tentu harus dilihat secara bijak dan tidak langsung mengambil keputusan bahwa motor ini memang mengalami masalah.
 
Suspensi Depan Bermasalah
Tentang suspensi depan dikatakan bermasalah, setelah melalui gundukan jalan, tentu harus melihat parameter yang benar. Misalnya soal kecepatan proporsional saat melindas handicap tersebut, berat bobot pengendara, tipe ban, hingga membandingkannya dengan motor merek berbeda dengan metode pengujian yang sama.
 
Akselerasi Dianggap Lamban
Soal akselerasi yang beberapa orang menganggapnya lebih lamban dari Honda PCX, tentu juga harus menggunakan metode pengujian yang tepat. Kalau hanya menggunakan feeling berkendara saja, tentu akan berbeda, apalagi dikomparasi dengan Vario 150 yang bodinya lebih kecil. Dari jenis motor saja sudah berbeda, dimensi berbeda, tinggi berbeda, bobot berbeda dan gaya berkendara berbeda.
 
Meski menggunakan mesin yang basisnya sama dengan PCX serta Vario 150, tapi tetap harus menggunakan alat ukur yang jelas untuk mengatakan bahwa akselerasi motor ini lebih lambat. Atau dengan produk rivalnya, dari Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Ducati kalau memang ada.
 
Bodi Berbahan Plastik
Motor bertransmisi otomatis yang ada saat ini, memang didominasi dengan model desain bodi yang dibuat sedemikian rupa untuk menyasar segmentasinya. Tapi dari semua desain yang ada, komponen bodi selalu menggunakan plastik yang diramu dengan bahan tertentu agar lebih awet bentuk dan lekuknya. Tentu pentingnya juga untuk membandingkannya dengan produk motor skuter otomatis lain sebelum mengatakan bodinya berbahan ringkih.
 
Saat ini mayoritas motor bertransmisi otomatis, menggunakan komponen bodi berbahan plastik, hanya ada beberapa saja yang menggunakan bahan bodi dari pelat besi seperti Vespa, Piaggio dan skuter Eropa lainnya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif