Mempelajari karakter ban dan kesesuaiannya di trek tertentu, jadi tugas terbesar yang dimiliki semua pembalap MotoGP untuk bisa tampil kompetitif. medcom.id/Ahmad Garuda
Mempelajari karakter ban dan kesesuaiannya di trek tertentu, jadi tugas terbesar yang dimiliki semua pembalap MotoGP untuk bisa tampil kompetitif. medcom.id/Ahmad Garuda

Manajemen Ban, Hal yang Mengubah Perilaku Pembalap MotoGP

Otomotif valentino rossi balap motor yamaha
Ahmad Garuda • 04 Februari 2019 19:16
Jakarta: Kunjungan duo pembalap tim Yamaha MotoGP (Valentino Rossi dan Maverick Vinales) pada acara peluncuran tim itu pada Senin (4/2/2019), jadi momentum curhat keduanya. Namun yang cukup menarik adalah soal manajemen ban yang mengubah perilaku para pembalap di MotoGP.
 
Rossi mengatakan bahwa di era MotoGP modern seperti sekarang ini, hal utama yang mengubah kebiasaan para pembalap di MotoGP adalah soal manajemen ban. Menurutnya, siapa yang bisa memaksimalkan penggunaan si karet bundar itu selama balapan berlangsung, maka potensinya meraih hasil terbaik sangat besar.
 
"Hal pertama yang selalu yang kami utamakan saat menjalani sesi tes, lalu sesi latihan yang biasanya berlangsung pada Jumat setiap pekan balap di MotoGP, adalah memaksimalkan karakter ban. Karena kalau sudah bisa menyesuakan diri dengan baik terhadap karakter ban yang dipasok, maka lebih mudah melakukan penyesuaian," jelas Rossi saat menjelaskan tentang tantangan besar era balap MotoGP saat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Manajemen Ban, Hal yang Mengubah Perilaku Pembalap MotoGP
 
Pembalap kawakan tersebut menegaskan bahwa para pembalap saat ini akan melakukan segala hal, termasuk mengubah perilaku mereka saat balapan berlangsung untuk membuat penggunaan ban jadi lebih baik. Artinya bisa tampil kompetitif, namun tidak membuat permukaan ban cepat aus.
 
Hal ini dilakukan oleh semua pembalap di MotoGP, lantaran saat ini penggunaan satu merek ban di MotoGP. Saat tim balap masih menggunakan dua pemasok ban yaitu Bridgestone dan Michelin, maka faktor ban dan kesesuaiannya dengan karakter motor secara keseluruhan, bakal sangat menentukan.
 
Salah satu contoh ril yang pernah ada adalah ketika Casey Stoner mampu tampil kompetitif bersama Ducati untuk pertama kalinya di musim balap 2007. Selain karena gaya balapnya sesuai dengan karakter Ducati, juga karena Bridgestone saat itu memang mengembangkan ban khusus yang sesuai dengan karakter Ducati dan Suzuki. Mengingat saat itu, pabrikan ban asal Jepang itu hanya memasok ke dua tim balap tersebut.
 
Kini, semua pembalap dan tim mendapatkan formulasi yang sama soal ban. Ban tersebut dikembangkan dari hasil masukan semua pembalap di MotoGP. Sehingga karakternya akan lebih general. Tinggal mencari tim dan pembalap mana yang bisa memaksimalkan karakter ban di motornya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif