Ilustrasi. MI/Arya Manggala
Ilustrasi. MI/Arya Manggala

Sepeda Motor Penyumbang Polutan Tertinggi di Jakarta?

Otomotif lalu lintas
M. Bagus Rachmanto • 22 Agustus 2019 11:02
Jakarta: Sepeda motor disebut menjadi biang keladi produksi polusi udara di Jakarta. Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menyebut motor menjadi penyumbang polutan tertinggi karena mendominasi jalanan ibu kota. Motor yang merajai jalanan Jakarta bahkan berasal dari kendaraan asal Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
 
"Sepeda motor (menyumbang) 44,53 persen dari jumlah total kendaraan di DKI," ujar Direktur Eksekutif PKBB Ahmad Safrudin dalam media briefing di kantor PKBB, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Ahmad menjelaskan ada sekitar 40 juta kendaraan bermotor di Jabodetabek. Sebanyak 20 juta berpotensi masuk ke Jakarta dengan perkiraan 15 juta di antaranya merupakan sepeda motor. Jumlah polutan yang dihasilkan sepeda motor mencapai 8,5 ribu ton ppm (part per milion) per hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data hingga Juli 2019 menyebut polutan juga berasal dari bus kota dengan presentase 21 persen sebanyak 4,1 ribu ton ppm. Disusul truk mencapai 18 persen dan motor bensin sebesar 14 persen.
 
Kendaraan bermotor tak hanya menghasilkan polutan penyebab pencemaran udara, tetapi juga karbondioksida (CO2) penyebab pemanasan global. Bus menjadi penyumbang CO2 terbesar, yaitu 145,7 ribu ton ppm (46 persen). Disusul truk 106 ribu ton ppm (33 persen) dan sepeda motor 49 ribu ton ppm (16 persen).
 
Hal senada diungkapkan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dengan menyarankan Pemprov DKI Jakarta memberlakukan perluasan ganjil genap untuk sepeda motor. Kendaraan roda dua itu dituding jadi penyumbang terbesar polusi udara.
 
"Sepeda motor ikut perluasan ganjil genap, setidaknya untuk jalan protokol seperti Jalan Sudirman, Thamrin, dan Rasuna Said. Apalagi selama ini pengguna sepeda motor belum pernah dibatasi sebagaimana pengguna roda empat," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus, Abadi di Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Berdasarkan data Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), polusi yang dihasilkan sepeda motor mencapai 44,53%. Jumlah itu dua kali, bahkan tiga kali lebih besar dibandingkan polusi yang dihasilkan mobil (16,11%), bus (21,43%), truk (17,7%), dan bajaj (0,23%).
 
YLKI juga meminta taksi daring dikenakan kebijakan ganjil genap. Taksi daring merupakan angkutan sewa khusus berpelat hitam setara kendaraan pribadi. Bahkan Tulus menyebut wacana pengecualian taksi daring langkah mundur dan bentuk inkonsistensi. Pengecualian ini akan memicu masyarakat berpindah ke taksi daring.
 
"Upaya mendorong masyarakat berpindah ke angkutan masal seperti Transjakarta, MRT, KRL akan gagal," ujar dia.
 
YLKI juga mendorong masyarakat menggunakan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan. Seharusnya, lanjut dia, Pemprov DKI Jakarta melarang penggunaan BBM jenis premium dan pertalite.
 
"Dan mewajibkan kendaraan bermotor untuk menggunakan BBM standar Euro 4. Sebab hanya dengan BBM standar Euro 4, kualitas udara di Jakarta bisa diselamatkan," ucap dia.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif