Perhatikan jarak tempuh untuk sekali pengisian baterai, jadi hal penting saat memiliki motor listrik. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Perhatikan jarak tempuh untuk sekali pengisian baterai, jadi hal penting saat memiliki motor listrik. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Mau Beli Motor Listrik? Anda Wajib Paham Ini

Otomotif motor listrik
Ahmad Garuda • 25 Juni 2019 17:44
Jakarta: Era elektrifikasi kendaraan atau elektrifikasi dalam dunia otomotif, mulai berjalan dengan baik. Sayangnya, di Indonesia masih terhalang oleh regulasi yang belum sepenuhnya mendukung keberadaan kendaraan listrik, terutama untuk kendaraan roda empat.
 
Namun untuk kendaraan roda dua, opsinya sudah mulai banyak bermunculan. Dari pengamatan tim Medcom.id, di ajang pameran multi produk seperti di Jakarta Fair Kemayoran (JFK) saja, jumlah APM atau importir motor listrik sudah mulai bermunculan.
 
Hal yang jadi persoalan tentu bukan hanya mengkomunikasikannya sebagai moda transportasi yang lebih ramah lingkungan. Namun juga mengkomunikasikan soal berbagai hal yang berkaitan erat dengan itu. Misalnya adaya jangkau baterai jika terisi penuh, cara pengisian baterai yang aman, bisa diisi ulang di mana saja, penambahan kapasitas baterai, bahkan hingga modifikasi ruang baterai dan layak jalan beserta surat-surat kendaraan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kami berhasil berbicara dengan beberapa APM dan importir kendaraan listrik tersebut, dan akan kami kupas satu per satu. Simak ulasan lengkapnya untuk bagian awal yaitu total jarak tempuh.
 
Jarak Tempuh
Bagi pabrikan kendaraan listrik, jarak tempuh adalah hal yang cukup vital. Mengingat untuk melakukan pengisian baterai dari kondisi nyaris kosong ke full, memerlukan waktu yang cukup lama. Semakin besar kapasitas baterai akan semakin tinggi juga harga baterai dan sistem pengisian baterai jadi lebih lama.
 
"Dari sisi harga produk, tentu ini akan di luar dari jangkauan konsumen. Mengingat kapasitas baterai yang besar tentu membutuhkan sel yang lebih padat dan pastinya tidak akan masuk akal dengan dimensi yang kompak lagi. Kalau dibuat dengan dimensi yang lebih kecil, juga akan berdampak ke harga yang lebih mahal, jadi akan serba salah," jelas CEO PT Gesits Technologi Indonesia (GTI), Harun Sjech.
 
Berbicara tentang jarak tempuh ini, Gesits baru sanggup memberikan baterai yang jarak tempuhnya mampu menempuh 50 kilometer. Ada dua slot baterai yang diberikan di motor tersebut, namun untuk menambah satu baterai lagi, tentu dibutuhkan tmabahan biaya sebesar Rp5 juta.
 
Di pameran multi produk yang masih berlangsung di Jakarta Fair Kemayoran, pun menunjukkan bahwa jangkauan jarak motor listrik yang ada saat ini, paling jauh adalah 60 km. Selis salah satu yang mulai memasarkan motor listrik pun mengatakan bahwa jarak tempuh jadi masalah bagi produsen motor listrik.
 
"Anda harus mengubah perilaku berkendara, karena mengendarai motor listrik itu tidak sama dengan motor konvensional. Anda tidak bisa mengisi baterai seperti mengisi bahan bakar minyak yang hanya membutuhkan beberapa menit saja. Tapi butuh berjam-jam dan ini tentu akan mengubah pandangan tentang cara berkendara Anda sehari-hari," klaim Pemasaran Selis, David kepada medcom.id.
 
Penjelasan David juga menyinggung tentang menghitung jarak tempuh untuk beraktifitas dalam keseharian. Terutama bagi mereka yang mobilitasnya cukup tinggi. Jangan sampai tidak memperhitungkan kapasitas baterai, sehingga sebelum sampai di tujuan baterai sudah habis.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif