Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, di pembukaan IIMS Motobike 2019. Menperin
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, di pembukaan IIMS Motobike 2019. Menperin

Pemerintah Pasang Target, Indonesia Pusat Kendaraan Listrik di ASEAN

Otomotif industri otomotif motor listrik
Ekawan Raharja • 30 November 2019 09:10
Jakarta: Industri sepeda motor nasional saat ini telah berkembang dengan baik dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian nasional melalui peningkatan ekspor, investasi dan penyerapan tenaga kerja. Bahkan pemerintah menargetkan industri otomotif di Indonesia menjadi pusat kendaraan listrik di ASEAN.
 
Target peningkatan produksi kendaraan listrik di tanah air, telah didukung melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Perpres No. 55/2019 mengamanatkan pengaturan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai, termasuk sepeda motor listrik guna meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.
 
Pemerintah mengajak industri komponen dan pendukung otomotif bersama-sama menyiapkan diri untuk memasuki era kendaraan listrik maupun teknologi kendaraan ramah lingkungan. Diharapkan semuanya melalui melakukan peningkatan sumber daya manusia dan manajemen industri, serta peningkatan penguasaan teknologi melalui aktivitas Research and Development (R&D) dan desain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dengan adanya regulasi tersebut, percepatan program diatur secara rinci, mulai dari litbang, TKDN, sampai dengan insentif yang akan diberikan,” ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita Jumat (30/11/2019) di IIMS Motobike 2019. Tentunya hal itu menjadi peluang baru bagi industri manufaktur dan komponen dalam negeri untuk memulai aktivitas litbang dan desain kendaraan listrik serta komponen utama pendukungnya. Karena pada tahun 2025, pemerintah menargetkan 100 persen lokal konten pada produk otomotif Indonesia.
 
Sejalan dengan itu, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019, di mana salah satunya mengatur tentang super deduction tax bagi kegiatan riset, inovasi dan vokasi yang dapat diberikan pengurangan penghasilan bruto sampai 200-300 persen. Selain itu, Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) melakukan proyek demonstrasi dan studi bersama sepeda motor listrik dan mobile battery sharing di Kota Bandung dan Provinsi Bali sebagai salah satu langkah strategis dalam percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia
 
“Ini suatu yang sangat luar biasa, mudah-mudahan para produsen bisa memanfaatkan dengan baik kebijakan dari pemerintah tersebut. Bagi prinsipal yang belum ada kegiatan produksi di sini, saya kira ini adalah momentum yang tepat untuk melakukan investasi di Indonesia. Dengan kegiatan-kegiatan seperti itu, pemerintah berharap meningkatnya masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik, baik itu roda empat maupun roda dua. Karena manfaat kendaraan listrik ramah lingkungan, dan mendukung upaya pemerintah menekan defisit neraca perdagangan,” sebutnya.
 
Terkait dengan IIMS Motobike 2019, dia berharap acara ini tidak hanya sekadar wadah pemegang merek kendaraan roda dua dan aftermarket untuk berbagi informasi seputar produk dan inovasi terbaru mereka kepada para pecinta motor di tanah air. "Ajang ini semoga bisa menjadi tempat yang tepat untuk mendorong masyarakat agar beralih ke green energy dengan beberapa program andalan antara lain EcoMoving dan Electric Morning Ride."
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif