Kasus gugatan lelang Digital Praja Makayasa (DPM) atas penetapan pemenang lelang pengadaan kendaraan merek BMW berkapasitas 1.200 cc di Korlantas Polri. BMW
Kasus gugatan lelang Digital Praja Makayasa (DPM) atas penetapan pemenang lelang pengadaan kendaraan merek BMW berkapasitas 1.200 cc di Korlantas Polri. BMW

Pengadaan BMW untuk Korlantas Polri Digugat ke PTUN

Otomotif industri otomotif bmw motorrad
M. Bagus Rachmanto • 11 Januari 2019 11:17
Jakarta: Pengadaan kendaraan bermotor operasional kepolisian bermerek BMW masih bermasalah. Mengingat lelang yang diajukan PT Digital Praja Makayasa (DPM) dianggap mengalami perubahan data. Data yang berubah adalah penetapan pemenang lelang pengadaan kendaraan BMW 1.200 cc di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.
 
Kejanggalan ini menjadi bahan jajak keterangan dari saksi ahli dalam keputusan pemenang lelang pengadaan kendaraan merek BMW berkapasitas 1.200 cc di Korlantas Polri. Sidang ini bahkan dilanjutkan hingga berujung gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
 
Beberapa media nasional melaporkan, sidang dugaan penetapan pemenang lelang pengadaan kendaraan tersebut kembali digelar di PTUN Jakarta, Cawang, Jakarta Timur, Rabu 9 Jauari 2019. Dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli pengadaan barang dan jasa oleh pihak tergugat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam persidangan itu, kuasa hukum PT DPM, Hawid Guritno mengatakan, pihaknya menilai ada kejanggalan dalam keputusan pemenang lelang. Dan fokus gugatan ada empat. Yakni, pertama panitia lelang diduga melakukan perubahan dokumen.
 
Kedua, dokumen spesifikasi teknis atas kendaraan bermotor R2 1.200 cc yang diminta Korlantas Polri, mengarah kepada Spesifikasi Kendaraan Bermotor R2 1.200 cc merk BMW dengan tipe GS 1200 cc Exclusive/Rally (K50).
 
Ketiga, mempertanyakan alasan Korlantas Polri menerima penawaran pihak lain yang justru lebih mahal dibandingkan penawaran kliennya. Keempat, ada pencampuradukan antara fakta prakualifikasi dan pasca kualifikasi.
 
Mengutip dari media nasional, Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Refdi Andri angkat bicara. Menurutnya proses pengadaan lelang kendaraan merek BMW berkapasitas 1.200 cc di lembaga yang dipimpinnya sudah sesuai jalur standar normal dan berjalan sebagaimana mekanisme yang ada.
 
Sebelumnya berdasarkan keterangan resmi BMW melalui kuasa hukumnya Guritno and Partners - Advocate and Legal Consltant mencoba mencari nilai keadilan yang berkepastian hukum dengan menggugat Penetapan Pemenang Lelang Pengadaan RanmorR2 1200 cc Korlantas Polri TA 2018 ke PTUN Jakarta dengan register perkara No. 173/G/2018/PTUN-JKT tertanggal 25 Juli 2018. Dimana Kakorlantas Polri diduga selaku TERGUGAT dan PT Digital Praja Makayasa masuk ke dalam perkara sebagai TERGUGAT II intervensi.
 
Melalui gugatan tersebut PT Digital Praja Makayasa mengangkat 4 (empat) isu hukum utama sebagai berikut. Bahwa Tergugat diduga telah melakukan penambahan dan/atau mengubah kriteria persyaratan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan.
 
Kemudian proses lelang yang dinilai cacat prosedural, proses lelang terdapat disparitas harga penawaran yang sanga tajam antara PT Digital Praja Makayasa dengan PT Graha Qinthar Abadi dan isi materi objek sengketa dan proses lelang dilakukan secara cacat prosedural.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi