Lalu Lintas

Mulai 25 Juni Bikin SIM Pakai Tes Psikologi

Ainto Harry Budiawan 20 Juni 2018 11:00 WIB
lalu lintas
Mulai 25 Juni Bikin SIM Pakai Tes Psikologi
Seorang pemohon sedang mengikuti tes pengajuan SIM. Antara/Asep Fathulrahman
Jakarta: Ditlantas Polda Metro Jaya mengumumkan penambahan salah satu syarat untuk proses pembuatan surat izin mengemudi (SIM), yakni tes psikologi. Tes ini akan mulai berlaku pada 25 Juni mendatang.

Kasie SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar mengatakan tes psikologi diberlakukan untuk seluruh golongan SIM. Termasuk untuk pengajuan baru, peningkatan golongan, dan perpanjangan SIM.

Sebenarnya tes psikologi telah diterapkan dalam penerbitan SIM, namun SIM umum saja. Sedangkan untuk golongan SIM lainnya hanya dilakukan pemeriksaan kesehatan jasmani meliputi pendengaran, penglihatan, dan perawakan.

"Nanti baru tanggal 25 itu serentak, karena ini harus serentak berlaku di seluruh satpas di seluruh Polda Metro Jaya. Bukan DKI saja, tapi Depok, Tangerang Kota, kita juga mau cek kesiapan mereka juga," katanya.


Tes tidak akan dilakukan langsung oleh kepolisian, namun bakal ditunjuk lembaga terpilih. "Semuanya itu kita serahkan kepada profesional, yang memang lembaga yang profesinya sebagai psikolog. Dan kita juga minta bantuan dari bagian psikologi Polda Metro Jaya," tambah Fahri.

Pertimbangan untuk memberikan tes psikologi adalah UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kemudian pertimbangan lainnya adalah banyaknya kecelakaan yang terjadi akibat keadaan labil psikologis pengemudi.




(UDA)