Harapan Andi Gilang meraih hasil bagus di seri pamungkas FIM CEV 2019, belum memenuhi target. AHM
Harapan Andi Gilang meraih hasil bagus di seri pamungkas FIM CEV 2019, belum memenuhi target. AHM

Balap Motor

Petarung Merah Putih, Gagal di Seri Terakhir CEV 2019

Otomotif balap motor honda motor
Ahmad Garuda • 11 November 2019 16:31
Valencia: Tiga petarung merah putih yang di ajang balap FIM CEV 2019 yaitu Mario Suryo Aji, Gerry Salim, dan Andi Farid 'Gilang' Izdihar, menuntaskan perjuangan balapnya musim ini. Sayangnya, pencapaian mereka tak sesuai harapan. Ketiganya gagal meraih target yang menggembirakan di seri pamungkas.
 
Balapan yang justru didominasi oleh pembalap asal Eropa ini, memang cukup berat. Lantaran perbedaan waktu tercepat yang sangat tipis, membuat setiap kesempatan harus dimanfaatkan oleh ketiga pembalap yang bernaung di Astra Honda Racing Team (AHRT) ini. Meski diakui mereka mampu bersaing dan meningkatkan skill balap untuk mewujudkan mimpi membanggakan bangsa Indonesia.
 
Balapan FIM CEV International Championship 2019 ditutup pada seri pamungkas di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol (10/11). Pada kelas CEV Moto3 Junior World Championship, Mario menutup balapan seri terakhir yang digelar dua kali pada posisi 17 di balap pertama dan posisi 26 karena terkendala masalah teknis pengereman pada 6 lap terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pencapaian pembalap berusia 15 tahun tersebut di balapan perdana di Benua Eropa ini, mengantarkannya sebagai salah satu yang kompetitif dengan posisi ke-18 klasemen akhir.
 
"Banyak pengalaman berharga selama balapan perdana saya di CEV tahun ini, terutama saat saya berhasil meraih podium saat finish posisi ke-4 di Estoril, Portugal. Dari hasil balap satu musim ini, saya ingin tingkatkan lagi skill dan gaya balap yang lebih agresif dan teknik pengereman yang tepat untuk dapat semakin kompetitif di balapan tahun depan," ujar Mario.
 
Perjuangan balap juga ditunjukkan anak bangsa asal Surabaya, Gerry Salim. Ia mengamankan posisi ke-17 klasemen akhir kendati tidak dapat balapan di seri pamungkas karena terjatuh pada sesi pemanasan, beberapa jam sebelum balapan dimulai.
 
"Sayang sekali saya terjatuh saat warm up karena ada masalah dengan shifting gear saya mencoba menurunkan kecepatan. Hal ini berdampak terhadap tulang selangka yang masih dalam proses pemulihan akibat insiden di Aragon. Namun pengalaman balap sepanjang CEV tahun ini banyak menempa skill saya untuk bekal di ajang balap lainnya," ujar Gerry.
 
Salah satu yang juga diandalkan yaitu Andi Gilang, justru sanggup finis. Selisih waktu tercepatnya dari pemenang balap, sebenarnya tidak terpaut jauh. Namun kompetisi yang sangat ketat membuatnya harus tergeser ke posisi finis belakang. Motor yang ditungganginya juga mengalami kendala teknis sehingga harus finis bersama group terakhir. Dari 4 seri yang diikuti, Andi menutup dengan posisi ke-14 klasemen akhir.
 
"Sayang sekali hasil seri terakhir ini tidak sesuai harapan saya dapat finis 10 besar, seperti di 3 balapan sebelumnya di mana saya bisa finis pada posisi 5 hingga 8. Pengalaman balap di CEV Moto2 ini menjadi bekal balapan tahun depan di GP Moto2, terutama soal setup motor yang terbaik," ujar Andi Gilang.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif