Gesits, torsinya sangat impresif dan nyaris tiga kali lebih besar dari skuter medium berkapasitas mesin 155 cc. Gesits
Gesits, torsinya sangat impresif dan nyaris tiga kali lebih besar dari skuter medium berkapasitas mesin 155 cc. Gesits

Gesits, Tawarkan Sensasi Torsi Membuncah

Otomotif motor listrik motor baru
Ahmad Garuda • 14 Mei 2019 07:43
Jakarta: Banyak yang awalnya sanksi terhadap kehadiran Gesits yang merupakan hasil kolaborasi antara PT Gesits Technology Indonesia dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Namun fakta yang dihadirkan motor berpenggerak listrik tersebut, sangat di luar ekspektasi.
 
Mulai dari tampilan yang sangat rapi seperti desain dan lekuk-lekuk bodi, dibuat tanpa ada cacat. Ibaratnya, Gesits seperti sudah sangat berpengalaman membuat sepeda motor, sehingga detail yang mereka buat diklaim sangat rapi. Lalu yang kedua adalah estetika desain yang memiliki citarasa tinggi.
 
Paling gampang adalah dengan melihat struktur penempatan lampu-lampu, kemudian ukurannya yang tidak jomplang dengan bodi, penempatan logo Gesits, hingga penempatan dashboard dengan multi informasi yang bisa ditayangkan di sana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami membuat desain ini, memang rada mirip dengan skuter matic yang ada sekarang. Tujuan kami adalah untuk membuat ekspektasi konsumen lebih masuk. Itu juga menadi alasan kuat kami untuk tidak langsung menggunakan desain khas motor listrik yang justru terlihat lebih aneh. Tapi bukan berarti nyontek lho ya, kami punya kok paten desain sendiri," klaim CEO PT Gesits Technology Indonesia (GTI), Harun Sjech saat berbicara kepada Medcom.id beberapa waktu lalu.
 
Gesits, Tawarkan Sensasi Torsi Membuncah
 
Lalu impresi awal apa yang berhasil membuat kami jadi tambah takjub dengan motor ini selain hal yang sudah kami tegaskan di atas? Berikut detail ulasan soal hal-hal yang perlu Anda ketahui dari Gesits.
 
Torsi Melimpah
Salah satu hal yang paling impresif adalah torsi atau gaya tarik tenaga dari mesinnya. Dengan kata lain, akselerasi motor ini sangat di luar ekspektasi. Jika motor-motor skuter matic di kelasnya seperti Honda Beat, Vario, Yamaha Mio bahkan hingga skuter maxi seperti Yamaha Aerox, torsi yang bisa mereka lahirkan hanya berkisar dari 8 newton meter hingga sekitar 14 Nm.
 
Sementara Gesits dengan torsi maksimal mampu memuntahkan sebesar 30 Newton meter. Bisa dibilang tiga kali lebih besar dari torsi yang lahir dari mesin pembakaran dalam. Kemudian muntahan torsi itu pun bisa diatur dengan tiga mode berkendara yang bisa disesuaikan yaitu mode Eco, Urban dan Sport.
 
Perbedannya adalah soal torsi yang dikeluarkan. Untuk mode Eco, torsinya diredam paling tidak sekitar 50 persen (perkiraan) dari torsi maksimal. Tujuannya jelas untuk membuat konsumsi energi baterainya lebih hemat dengan meminimalisir penggunaan energi untuk berakselerasi.
 
Namun itu pun, ternyata masih lebih besar dari torsi maksimal yang bisa dihadirkan motor dengan mesin konvensional. Artinya, untuk kondisi lalu lintas stop and go di Indonesia, sangat cocok. Tak heran jika motor ini mampu mencapai 0-50 km per jam dari titik diam selama 5 detik.
 
Kelemahan:
Namanya masih baru, tentu Gesits juga punya kelemahan jika dibandingkan dengan mesin teknologi pembakaran dalam. Misalnya tenaga yang lebih besar dan berbanding paralel dengan torsi yang dihidangkan. Misalnya, jika dibandingkan dengan Yamaha FreeGo yang sanggup mencapai tenaga hingga 7 kW, Gesits hanya mampu mengeluarkan tenaga hingga 2 kW saja.
 
Hal ini pula yang menjadi penyebab kecepatan maksimalnya hanya bisa sampai 70 km per jam. Lalu apakah tenaga ini tak mungkin ditingkatkan lagi? Tentu sangat bisa. Namun faktor biaya tentu patut diperhitungkan. Lantaran dengan menambah tenaga putaran atas, maka konsekuensi panas di motor listriknya, sangat besar.
 
Alhasil, teknologi pendingin juga harus lebih baik yang berarti bisa membuat biaya penjualan sebuah motor listrik menjulang tinggi. Sehingga harganya bisa dibilang takkan terjangkau.
 
Kelemahan kedua adalah soal daya jangkau satu baterai yang masih singkat. Dari spesifikasi teknis yang kami lihat, bahwa untuk satu baterai hanya mampu menyokong jarak tempuh hingga 50 km saja. Ada dua slot untuk baterai di bawah joknya, artinya motor ini hanya mampu menjangkau 100 km saja untuk kondisi terisi penuh.
 
Namun biar bagaimana pun, ini masih sangat awal bagi Gesits untuk mengumbar teknologi yang mereka miliki. Berharap saja, semoga saat resmi dipasok ke konsumen nantinya, ada perbaikan yang diberikan pabrikan motor nasional itu.
 
Gesits, Tawarkan Sensasi Torsi Membuncah
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif