industri otomotif

Dukung Industri Sepeda Motor, Pemerintah Siapkan Skema LCEV

M. Bagus Rachmanto 31 Oktober 2018 16:32 WIB
industri otomotif
Dukung Industri Sepeda Motor, Pemerintah Siapkan Skema LCEV
Pemrintah dukung teknologi otomotif roda dua. Medcom.id/M Bagus Rachmanto
Jakarta: Industri alat transportasi menjadi salah satu subsektor dalam industri pengolahan nonmigas, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) 2018. Hal tersebut dijelaskan Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto, dalam sambutannya saat pembukaan Indonesia Motorcycle Show (IMOS), di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Lebih lanjut Airlangga menerangkan, hingga triwulan kedua 2018 pertumbuhan industri mencapai 3,1 persen, dan berkontribusi 1,7 persen terhadap PDB nasional dengan nilai ekspor mencapai Rp42 Triliun.

Kata Airlangga, hal itu sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong industri alat transportasi untuk semakin berdaya saing dalam meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Industri otomotif merupakan sektor industri manufaktur, yang dipilih menjadi pionir penerapan Revolusi Industri ke-4 atau Fourth Industrial Revolution (4IR). 


Implementasi 4IR memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia, dan menjadi salah satu cara untuk mempercepat pencapaian visi Indonesia untuk menjadi 10 ekonomi terbesar di dunia.

Dalam keterangannya, Airlangga menyebut jika Indonesia sebagai salah satu base production sepeda motor sekaligus pasar nomor 3 terbesar di dunia setelah Tiongkok dan India terus mengalami pertumbuhan penjualan setiap tahun. 

Industri sepeda motor di Indonesia sudah mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, dengan total produksi di tahun 2017 hampir mencapai 6 juta unit, demikian juga ekspor yang terus meningkat hingga bulan September 2018 mencapai 450 ribu unit.  

"Sebagaimana kita ketahui, Indonesia ikut dalam komitmen global untuk mengurangi pemanasan global yang berasal dari emisi CO2. Untuk mendukung komitmen tersebut, Kementerian Perindustrian telah menyiapkan program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Yaitu mendorong diversifikasi energi bahan bakar kendaraan bermotor ke arah penggunaan teknologi penggerak yang rendah atau tanpa emisi karbon yang kami golongkan ke dalam electrified vehicle," klaim Airlangga.

Ia memberikan contoh kendaraan yang sudah menggunakan teknologi ramah lingkungan seperti hybrid, plug In hybrid, full battery hingga fuel cell. "Sebagaimana tertuang dalam roadmap industri otomotif nasional yang menargetkan pada 2025, kendaraan sepeda motor rendah emisi atau tanpa emisi dapat tercapai sebesar 20 persen dari total produksi."

Menurut Arilangga, dalam mendukung program LCEV, pemerintah telah menyelesaikan aturan hukum untuk electrified vehicle, dan sedang dikoordinasikan ditingkat menteri koodinator untuk mendapat persetujuan presiden. Aturan tersebut mengatur tentang litbang dan inovasi, pengembangan industri, dan percepatan penggunaan kendaraan bermotor listrik dijalan raya. 

Pemerintah juga bakal mengatur tentang pemberian fasilitas fiskal seperti bea Masuk Ditanggung Pemerintah, pembiayaan ekspor dan bantuan kredit modal kerja untuk pengadaan battery swap. Dari sisi fasilitas non fiskal seperti penyediaan parkir khusus, keringanan biaya pengisian listrik di SPLU hingga bantuan promosi.



(UDA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id