Sepeda listrik berbasis aplikasi Migo e-bike belum terdaftar di kepolisian. MI/Pius Erlangga
Sepeda listrik berbasis aplikasi Migo e-bike belum terdaftar di kepolisian. MI/Pius Erlangga

Polisi Bakal Sita Migo yang Nekat Beroperasi di Jalan Protokol

Otomotif lalu lintas motor listrik
M. Bagus Rachmanto • 19 Februari 2019 09:26
Jakarta: Sepeda listrik Migo e-Bike mendadak menjadi perbincangan hangat. Pasalnya operasional Migo dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), dan belum teregister atau terdaftar di kepolisian.
 
Dalam Pasal 49 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) disebutkan, kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan kereta
tempelan yang diimpor, dibuat dan/ atau dirakit di dalam negeri yang akan dioperasikan di Jalan wajib dilakukan pengujian. Pada ayat 2 dijelaskan, pengujian sebagaimana dimaksud meliputi, uji tipe dan uji berkala.
 
Atas dasar itu Polda Metro Jaya berencana merazia motor listrik merek Migo. Pengendara motor listrik akan diberikan teguran, bahkan jika kedapatan menggunakan kendaraan tersebut di jalan raya atau protokal polisi tak segan-segan melakukan penyitaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika Migo beroperasi di ruas jalan DKI Jakarta penertiban akan dilakukan dengan menghentikan lalu menyita, dan diproses melalui peradilan perizinan," terang Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf, saat diwanwancarai Metro TV dalam program Metro Siang, Senin 18 Februari 2019.
 
Polisi Bakal Sita Migo yang Nekat Beroperasi di Jalan Protokol
 
Yusuf kembali menegaskan, kendaraan yang bisa beroperasi di jalan raya adalah yang sudah teregister di kepolisian. Kalau belum tergister berarti melanggar. "Penegakan hukum yang pertama kita laksanakan sosialisasi dengan pemberitahuan persuasif dulu, dan kita arahkan untuk tidak ke jalan."
 
Permasalahan lain dari penggunaan Migo karena sangat bahaya ketika beroperasi di jalan. Terlebih motor listrik itu tidak mempunyai suara yang bisa di dengar pengendara lain.
 
Razia penggunaan motor listrik juga dikarenakan banyaknya para pengguna Migo yang mengacuhkan keselamatan dan mengabaikan peraturan saat berada di jalan. Selain tidak adanya surat-surat kepemilikan, penggunaan Migo di jalan raya juga wajib mengikuti undang-undang lalu lintas yang berlaku.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi