Telat Bayar Pajak, Polisi Boleh Sita Kendaraan?
Polisi boleh menyita kendaraan yang menunggak pajak. ANTARA/Maulana Surya
Jakarta: Polisi akan melakukan tindakan tegas kepada pemilik kendaraan bermotor yang tidak membayar pajak tahunan, termasuk pajak kendaraan mati.

Untuk diketahui, pajak kendaraan yang tak berlaku lagi alias mati, tidak hanya dapat dikenakan tilang. Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) yang tidak diperpanjang selama dua tahun, dapat berakibat dihapusnya identitas kendaraan bermotor Anda dari daftar registrasi dan identifikasi (Regident).

"Kendaraan yang tidak membayar pajak tahunan dapat dikenakan tilang karena tidak melakukan pengesahan STNK," jelas Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Bayu Pratama kepada Medcom.id melalui sambungan telepon, Kamis (22/11/2018).


Lebih lanjut Bayu menegaskan, aturan tentang tilang pajak kendaraan diatur dalam Pasal 70 ayat 2 UULAJ, yang berbunyi STNK dan TNKB berlaku selama 5 tahun yang harus dimintakan pengesahan setiap tahunnya.

"Pelanggaran tersebut mengacu pasal 288 (1) UULAJ dengan sanksi kurungan 2 bulan atau denda Rp500 ribu," tambah Bayu.

Meski begitu Bayu menjelaskan, pihaknya tidak bisa serta merta langsung menghapus identitas kendaraan bermotor dan membuat statusnya menjadi bodong, karena ada beberapa tahapan yang mesti dilalui.

"Pemberitahuan kepada pemilik sebanyak tiga kali, dengan tahapan pemberitahuan surat I selama tiga bulan, pemberitahuan surat II selama satu bulan dan pemberitahuan surat ke III selama 1 bulan," terangnya.

Disebutkan, peraturan ini tertuang dalam Pasal 74 UUNo.22 Tahun 2009 tentang LaluLintas dan Angkutan Jalan. Dan Pasal 110-114  lagi dengan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor.



(UDA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id