Ilustrasi produksi mobil. Toyota
Ilustrasi produksi mobil. Toyota

Industri Otomotif

Krisis Cip Semikonduktor, Industri Otomotif Jepang Pangkas 1 Juta Unit

Otomotif honda mazda Toyota industri otomotif nissan suzuki krisis Cip Semikonduktor
Ekawan Raharja • 20 September 2021 11:00
Jakarta: Krisis cip semikonduktor yang melanda industri otomotif membuat hampir seluruh merek bersiasat. Bahkan efeknya, industri otomotif Jepang harus memangkas produksi mereka di tahun fiskal ini.
 
Berdasarkan laporan Nikkei Asia, diperkirakan industri otomotif Jepang akan memangkas sekitar 1 juta unit mobil hingga akhir Maret 2022. Pemangkasan ini dikarenakan sejumlah merek mengumumkan rencana pengurangan produksi di tahun ini.
 
Pasokan Cip semikonduktor tidak cukup memenuhi kebutuhan produksi yang tinggi selama beberapa waktu ini. Selain itu, tingginya Covid-19 di Asia Tenggara juga berpengaruh terhadap pasokan komponen ke pabrik-pabrik mobil.
 
Toyota sudah mengumumkan bahwa di tahun fiskal ini mengumumkan target produksinya 9 juta unit. Padahal di awal tahun fiskal, raksasa otomotif tersebut mengumumkan target produksi 9,3 juta unit. Di bulan ini saja mereka sudah berencana mengurangi produksi 70 ribu unit, sedangkan di bulan depan memangkas hingga 330 ribu unit.
 
Nasib serupa juga terjadi oleh Suzuki yang akan mengurangi produksi 350 ribu unit. Bahkan operasional di Jepang, Thailand dan Hungaria akan ditunda untuk sementara karena krisis cip semikonduktor. Sedangkan di India yang menjadi salah satu pasar terbesar diperkirakan hanya beroperasi sekitar 40 persen dari kapasitas normal bulan ini.
 
Nissan kemudian sudah mengumumkan akan menurunkan produksi sebesar 250 ribu mobil. Begitu juga Honda memperkirakan penjualan akan turun sebesar 150 ribu mobil sebagai akibat dari pengurangan produksi akibat krisis cip.
 
Mazda, Mitsubishi dan Subaru turut mengumumkan pengurangan produksi mobil. Dilaporkan, penurunan total produksi seluruh mobil dari pabrikan Jepang mencapai 1,05 juta unit.
 
Sebagian produsen otomotif memprediksi, langkanya komponen chip semikonduktor akan terus terjadi sampai 2022 mendatang. Bahkan, Daimler AG memprediksi krisis cip semikonduktor bakal terus terjadi sampai akhir tahun 2022 hingga masuk ke tahun 2023.
 
(ERA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif