Ilustrasi. (Foto: MI/Bary Fathahillah)
Ilustrasi. (Foto: MI/Bary Fathahillah)

Mobil Pengangkut Disabilitas, Bebas dari Regulasi Ganjil-Genap?

Otomotif lalu lintas
Ekawan Raharja • 22 Agustus 2019 12:36
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan perluasan untuk jalan-jalan yang terkena peraturan Ganjil-Genap Mobil. Namun bagi mobil yang membawa penumpang disabilitas, bisa tetap melintas tanpa dikenai pembatasan plat nomor Ganjil-Genap.
 
Mobil Pengangkut Disabilitas, Bebas dari Regulasi Ganjil-Genap?Mobil yang membawa penumpang disabilitas mendapatkan pengecualian sesuai Peraturan Gubernur Nomor 156 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap. Tercatat di Pasal 4 ada 10 kendaraan yang tidak diberlakukan peraturan ganjil-genap, salah satunya kendaraan yang membawa masyarakat disabilitas.
 
Bila membutuhkan mengurus mobil yang digunakan untuk mengangkut penumpang disabilitas, maka bisa mengurusnya dengan ke kantor Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Nantinya mobil yang sudah disetujui akan diberikan stiker khusus Pengecualian Ganjil-Genap Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemohon perlu melakukan mengajukan dokumen dengan melampirkan salinan KTP pemohon, STNK, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran, Dokumen Akta Kelahiran, dan foto serta video disabilitas. Perlu digaris bawahi, pemohon hanya bisa mengajukan satu mobil saja.
 
Jika semua syarat terpenuhi dan diterima, maka pemohon akan diberikan stiker yang dilengkapi dengan nomor plat kendaraan. Sehingga mobilnya tersebut bisa digunakan untuk mengantar penumpang disabilitas meski Peraturan Ganjil-Genap sedang berlangsung.
 
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah memperluas area ganjil genap. Panjang lintasan mencapai 54,24 kilometer.
 
Skema pertama yakni Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Majapahit. Kedua, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, dan Jalan Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai simpang Jalan TB Simatupang).
 
Mobil Pengangkut Disabilitas, Bebas dari Regulasi Ganjil-Genap?
 
Skema ketiga, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kiai Caringin dan Jalan Tomang Raya. Terakhir, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya, Jalan Gunung Sahari dan segmen persimpangan terdekat sampai pintu masuk jalan tol serta pintu keluar jalan tol sampai persimpangan terdekat.
 
Perluasan tersebut terbagi atas dua tahap. Sosialisasi perluasan ganjil genap akan berlangsung pada 7 Agustus-8 September 2019. Sedangkan uji coba berlangsung pada 12 Agustus-6 September 2019. Perluasan ganjil genap baru resmi diberlakukan pada Senin, 9 September 2019.
 
Sistem ini juga mengalami sedikit pergeseran waktu pada sore hari. Semula diberlakukan pada pukul 16.00 WIB-20.00 WIB, menjadi pukul 16.00 WIB-21.00 WIB. Sedangkan pada pagi hari ganjil genap berlaku tetap pukul 06.00 WIB-10.00 WIB.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif