Toyora akhirnya membuka akses terhadap 24 ribu teknologi kendaraan listrik. Toyota
Toyora akhirnya membuka akses terhadap 24 ribu teknologi kendaraan listrik. Toyota

Toyota Bidik Bisnis Pengembangan Teknologi Hybrid

Otomotif industri otomotif
Ekawan Raharja • 15 April 2019 15:55
Toyota: Pekan lalu Toyota mengumumkan akan memberikan akses terhadap paten mereka untuk kendaraan listrik dan juga engine control unit (ECU). Bahkan kini merek asal Jepang tersebut sudah kebanjiran pesanan untuk penggunaan teknologi kendaraan listrik berbasis hybrid.
 
Executive Vice President Toyota Motor Corporation, Shigeki Terashi, menjelaskan Toyota memiliki rencana untuk mengurangi setengah dari pengeluar mereka untuk memperluas pasar kendaraan hybrid. Mereka mencoba untuk memperkuat pasar mereka di Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.
 
"Sampai sekarang kami telah menjadi tier satu produsen mobil, dan sekarang berusaha untuk menjadi tier 2 untuk suplier sistem hybrid," jelas Shigeki Terashi dikutip dari Reuters.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui cara ini diakui rival Honda untuk meningkatkan skala produksi beberapa komponen seperti ECU dan motor listrik yang bisa digunakan di mesin hybrid, plug-in hybrid, full listrik, sampai kepada kendaraan fuel-cell. Pada akhirnya Toyota ingin meningkatkan daya saing meningat beberapa merek juga agresif mengembangkan mobil listrik seperti Toyota, Mercedes-Benz, hingga Volkswagen Group.
 
Toyota Bidik Bisnis Pengembangan Teknologi Hybrid
 
Agar strategi tersebut bisa berjalan, Toyora akhirnya membuka akses terhadap 24 ribu teknologi kendaraan listrik. Rencana ini juga diakui Shigeki Terashi sebagai bagian dari rencana investasi perusahaan.
 
Dengan menawarkan dan mempersilahkan produsen otomotif lainnya menggunakan suku cadang dan teknologi dari Toyota, maka cara ini bisa memangkas biaya produksi. Sehingga bila dihitung, cara ini bisa memangkas hingga setengah pengeluaran untuk pabrik baru yang diperuntukan membangun komponen mobil listrik.
 
"Kami yakin pendekatan ini akan mengurangi investasi kami secara signifikan," lanjutnya.
 
Langkah untuk pemenuhan kendaraan listrik di masa depan tidak hanya dilakukan oleh Toyota saja. Volkswagen Group juga baru-baru ini mengambil langkah dengan menandatangani memorandum of understanding (MoU) suplai cell baterai jangka panjang dengan Ganfeng Lithium. Nantinya produsen baterai asal Tiongkok ini akan memasok cell baterai lithium ke Volkswagen Group selama 10 tahun ke depan. Hal ini dirasa cukup bagi grup otomotif asal Jerman tersebut untuk mengamankan kebutuhan baterai mereka.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif