Penjualan Koenigsegg per tahun yang berada di kisaran 20 unit, kini menargetkan bisa mencapai beberapa ratus unit per tahun. Koenigsegg
Penjualan Koenigsegg per tahun yang berada di kisaran 20 unit, kini menargetkan bisa mencapai beberapa ratus unit per tahun. Koenigsegg

Koenigsegg Melirik Segmen Supercar Hybrid

Otomotif mobil baru mobil listrik koenigsegg
Ekawan Raharja • 21 Februari 2019 10:52
Swedia: Selama bertahun-tahun, Koenigsegg selalu memproduksi mobil-mobil berperforma sangat luar biasa (hypercar). Cuma kini mereka pun diketahui memiliki rencana untuk memproduksi mobil dengan harga yang lebih terjangkau.
 
Merek mobil asal Swedia ini diketahui memiliki niatan untuk memproduksi supercar dengan harga dikisaran USD 1,14 juta. Angka ini tentu jauh dari kebiasaan rival Bugatti itu yang biasanya memproduksi mobil seperti Afera RS dan Regera yang nilai jualnya mulai dari USD 2 juta.
 
Strategi ini dipilih oleh Koenigsegg untuk memperluas pasar mereka, khususnya pilihan mobil-mobil mewah. Penjualan Koenigsegg per tahun yang berada di kisaran 20 unit, kini menargetkan bisa mencapai beberapa ratus unit per tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Koenigsegg Melirik Segmen Supercar Hybrid
 
"Kami berencana untuk memperluas penawaran kami karena pada dasarnya merek kami telah melampaui volume produksi dengan margin yang cukup besar," ungkap CEO Koenigsegg, Christian Von Koenigsegg, dikutip dari Carbuzz.
 
"Kami memiliki waktu pengiriman beberapa tahun untuk super-exclusive hypercar yang diproduksi sekarang. Tetapi kami juga berpikir bagaimana jika kita membuat sebuah super-exclusive supercar yang harganya lebih miring, kami bisa mendapatkan volume mencapai ratusan."
 
Tidak cuma sekadar supercar dengan harga terjangkau, mobil ini juga dipastikan ramah lingkungan. Mereka berniat untuk membenamkan teknologi hybrid, menggabungkan mesin konvensional dengan motor listrik, untuk supercar 'murah' yang diprediksi muncul beberapa tahun lagi.
 
Koenigsegg Melirik Segmen Supercar Hybrid
 
Dalam upaya ini, Koenigsegg meningkatkan kemitraan strategisnya yang ditingkatkan dengan National Electric Vehicle Sweden (NEVS), yang merupakan penerus teknologi listrik dari perusahaan Saab. Baru-baru ini, kedua perusahaan mengumumkan akan bekerjasama, dengan NEVS yang menginvestasikan dana senilai EUR 150 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun untuk mengakuisisi 20 persen saham di perusahaan induk Koenigsegg.
 
Christian menambahkan bahwa mobil akan menjadi hybrid dengan memanfaatkan teknologi mesin camless-nya.
 
"Mengingat teknologi FreeValve, sebenarnya dapat menyalakan mobil dengan alkohol murni, hingga -30 derajat Celcius, jadi tidak perlu campuran bahan bakar fosil. Idenya adalah untuk membuktikan kepada dunia bahwa bahkan mesin pembakaran dapat sepenuhnya bebas dari kandungan CO2.”
 
Tentu sekarang ini sudah ada beberapa perusahaan supercar yang memanfaatkan teknologi hybrid seperti Ferrari dengan LaFerrari. Kemudian Lamborghini juga kini sudah mulai memikirkan teknologi hybrid untuk produk mereka selanjutnya. Tinggal menanti seberapa kompetitif supercar yang dibuat oleh Koenigsegg menghadapi para pemain supercar lainnya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif